
Mesin cetak offset PT Arga Printing
Deru dua mesin cetak itu nyaris tak pernah putus. Yang satu, mesin cetak empat warna Speedmaster, satu lagi mesin cetak dua warna Komori. Siang malam, suaranya bersaing dengan hiruk-pikuk kawasan Perkampungan Industri Kecil (PIK) Cakung, Jakarta Timur, yang padat.
Dari mesin-mesin itulah, sudah 5,000 mushaf Al-Qur’an tercetak untuk memenuhi program Aksi Wakaf Al-Qur’an (AWAL) ESQ yang diluncurkan pada 29 September 2007. Lima ribu lagi dijadwalkan selesai akhir bulan ini. Beaya produksi untuk ke-10.000 mushaf itu adalah Rp 135 juta.
Sejauh ini, sudah ada 638 muwakif yang mewakafkan 2.804 mushaf melalui AWAL, program yang ditargetkan mencetak satu juta mushaf Al-Qur’an. ”Untuk setiap satu mushaf Al-Qur’an AWAL, muwakif menyumbang Rp. 65.000,” ungkap Benny Agusta, Ketua Pelaksana Program AWAL.
Fase penyetakan mushaf AWAL mulai berjalan Mei lalu, setelah proses persiapan sekitar delapan bulan, dari penulisan sampai pentashihan atau pengesahan oleh Departemen Agama Republik Indonesia.

Mushaf Al Quran AWAL ESQ
AWAL adalah misi pengadaan satu juta mushaf Al-Qur’an untuk dibagi-bagikan gratis ke warga muslim yang membutuhkan. Pimpinan ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar, melalui Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ bersama UPZ ESQ memrakarsai program itu karena tergugah oleh minimnya ketersediaan mushaf Al-Qur’an di Indonesia. Menurut data 2005-2006, untuk umat Islam yang berjumlah 181,53 juta jiwa, baru tersedia 3,445 juta mushaf. Berarti ada kekurangan 178 juta mushaf.
Dilihat dari kapasitasnya saat ini, AWAL memang belum seberapa dibandingkan dengan kekurangan tersebut. Andai pun tercetak satu juta mushaf setahun, maka dibutuhkan waktu 170 tahun lebih untuk menyukupinya. ”Namun, upaya itu harus dimulai,” kata Beny.
Manajer Marketing Arga Printing, Nasihin, yang juga salah satu penggiat AWAL, mengungkapkan pada 2009 ditargetkan 120.000 eksemplar mushaf Al-Qur’an AWAL tercetak, atau rata-rata 10.000 mushaf per bulan. Namun, kata dia, itu tergantung pada partisipasi muwakif.
Sejauh ini, 1.017 mushaf Al-Qur’an AWAL telah disebarkan melalui jaringan UPZ ESQ ke musola-musola di beberapa daerah, antara lain di Cilacap, Tegal, Palembang dan Banjarmasin. Sasarannya didasarkan pada rekomendasi muwakif dan jaringan UPZ.
“Kita harus terus menyebarkan Al-Qur’an, hingga setiap anak bangsa memiliknya, agar lentera itu terus menyala di hati kita,” kata pimpinan ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar saat peluncuran AWAL.
Arga Printing, yang sementara ini menjadi pelaksana tunggal pencetakan mushaf AWAL adalah salah satu perusahaan di bawah PT Arga Bangun Bangsa (ABB), yang menaungi kegiatan training ESQ. Dengan frekuensi rata-rata 100 training setiap bulan secara nasional, termasuk training program sosial (gratis) untuk guru, paramedis, penghuni lembaga pemasyarakatan dan kaum dhuafa, ABB diawaki 500-an pegawai.
Tentang nilai investasi yang ditanam secara pribadi oleh Ary untuk usaha percetakan itu, Benny menyebut angka kisaran Rp 5 milyar, termasuk untuk mesin lipat, binding, potong dan pembuat plat. Secara finansial, usaha itu memang belum bisa banyak diharapkan hasilnya. Namun, kata Benny, keberadaan Arga Printing punya makna strategis bagi keseluruhan kegiatan ESQ, termasuk untuk penerbitan buku-buku Ary Ginanjar, ESQ Magazine, brosur-brosur promosi dan lain-lain. Yanto Musthofa, Rahma Hayati
Filed under: Kiprah , Arga Printing, Wakaf Al Qur'an





kami menawarkan ke perusahaan bapak insyaalloh kami membantu untuk repair/pabrikasi spart mesin cetak terutama shaft atau rebabit part
tank u
ramidi