”Melalui Pelatihan ESQ Kita Siap Berubah.” Tulisan itu terpampang besar di dalam Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Provinsi Jambi. Begitulah tekad para pegawai Lapas dan warga binaannya, setelah mengikuti Training ESQ Peduli Warga Binaan Angkatan I Jambi, 4-5 Februari lalu.
Pelatihan di Aula Lapas tersebut diikuti 150 peserta, 50 di antaranya adalah petugas Lapas. Suasana penuh tangis penyesalan dan harapan untuk hidup lebih baik, mengalir dari doa-doa mereka. Seperti yang juga dituturkan oleh Kepala Lapas Jambi, St. Bowo Nariwono. ”Kami berharap, setelah pelatihan ini para petugas dapat bekerja lebih baik, dengan hati nurani. Dan para warga binaan mampu menjalani hukumannya dengan ikhlas,” katanya.
Hal senada diutarakan perwakilan dari Departemen Hukum dan HAM Provinsi Jambi, Cipto Rahardjo, pada saat pembukaan. Menurut dia, nilai-nilai dasar yang dikembangkan dalam pelatihan ESQ, sangat penting dan relevan dengan tujuan terselenggaranya sistem pemasyarakatan. Sehingga, penjara tak lagi menjadi sebuah tempat penghukuman dan balas dendam. Melainkan tempat untuk membentuk karakter insani warga binaan yang saleh, berkualitas, mandiri dan bermartabat.
”Hal tersebut dapat terlaksana dengan pembinaan yang terencana, yang dibangun di atas hubungan yang harmonis antara petugas dan warga binaan, serta komitmen yang kuat dari warga binaan, untuk kembali kepada fitrahnya, menyadari kesalahannya, memerbaiki, dan bertekad kembali ke tengah masyarakat sebagai warga yang produktif dan patuh kepada hukum,” tutur Cipto.
Pelatihan yang dipandu Yendra Pamungkas, Novel Windo dan asisten Anto itu, terlaksana berkat kerjasama Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Jambi dengan ESQ Representatif Jambi. RAHMA HAYATI
Filed under: Training , Peduli Lapas





Traning ESQ Pedli duafa di Kubah emas kapan kapan diadakan bu ? berapa investasinya ? atau gratis?
Tak ada yang tak terencana,bagi Allah SWT,yang An-Nur,As-sami, . . . . ya Allah Engkau telah me ngirim satu demi satu khalifah yang cerdas di menara 165 disaat manusia sudah penuh dengan arang menghitam di dada,disaat keturunan Rasulullah banyak yang lalai dari kalangan atas sampai bawah.memang pantas untuk di strum, karena hidup selama ini telah di kondisikan oleh materi,jabatan.Bagi Ibu bapak yang telah penuh kaya Ilmu didada,serbarkanlah pada kami,mari bersatu bagai locomotif dan gerbongnya.Sebelum datang yang mengerikan apabila bumi,bulan, matahari,planet berbenturan kelak,dan satu lagi NIBIRU mengerikan.