Konsep ESQ Way 165


ESQ adalah konsep kecerdasan yang menggabungkan tiga kecerdasan IQ, EQ dan SQ. Kecerdasan terakhir yang ditemukan (SQ) walau baru ditemukan tahun 1990, sesungguhnya ia telah built-in dalam diri manusia dan sejatinya ia adalah pusat orbit dan landasan dari kecerdasan lainnya.
IQ dikenal pertama kali sebagai kemampuan mengingat, menghafal dan menghitung (numerical). Awalnya konsep ini diperkenalkan oleh Alfred Binnet tahun 1905, kemudian dibawa ke Stanford AS tahun 1910 sebagai standar perekrutan tentara AS dalam Perang Dunia I.

Perkembangan selanjutnya, IQ menjadi parameter kecerdasan. Menjadi manusia cerdas ala IQ, minimum harus punya skor 100. Di atas 100? Maka potensi ‘sukses’ dianggap sangat besar. Sebaliknya, di bawah 100 kerap ditengarai gagal.

Survei yang dilakukan oleh EQ-I (Emotion Quotient Inventory) menginventarisir data orang sukses kelas dunia dan menyimpulkan bahwa pengaruh IQ bagi kesuksesan seseorang, sesungguhnya hanya 10%-20% saja.

Kecerdasan kedua atau EQ kemudian lahir. Daniel Goleman, penemu Emotional Quotient berpendapat bahwa kecerdasan emosi adalah bentuk kemampuan seseorang memahami diri sendiri, orang lain, lingkungan, serta kemampuan mengambil keputusan tepat dengan cara tepat, dan dalam waktu yang juga tepat. Dan EQ inilah yang menjadi kunci keberhasilan para bintang-bintang kinerja.

Kenyataannya kemudian, IQ dan EQ saja belum cukup. Bagaimana jika seorang memiliki IQ dan EQ tinggi tapi memiliki ambisi pribadi yang bisa merugikan orang lain? Ia tentu saja mampu mempengaruhi lingkungan; memikat hati dengan ucapan; peka mencari peluang; serta otak encer, tapi semua kecakapan tersebut digunakan untuk mencapai ego pribadi/golongan. Di samping itu, ternyata orang-orang sukses tersebut merasa kekeringan di tengah kesuksesannya. Ia merasa dikejar-kejar waktu; stres; dan merasa kurang dihargai, yang intinya ‘kehilangan makna’ atau menderita Spiritual Pathologis (jiwa yang terbelah).

Terakhir, tahun 1990-an lahir kesadaran baru yaitu nilai-nilai spiritual (SQ). Sesungguhnya kecerdasan ini telah built-in dalam diri manusia. SQ pula yang menjawab pernyataan Victor E Frankl…”People have enough to live, but nothing to live for; They have the means, but no meaning…”

Akhirnya, syarat utama agar manusia mampu mengelola kehidupannya, ia butuh 3 kecerdasan sekaligus yaitu IQ, EQ dan SQ. Fungsi IQ adalah “What I think” (apa yang saya pikirkan) untuk mengelola kekayaan fisik atau materi (Physical Capital); fungsi EQ adalah “What I feel” (apa yang saya rasakan) untuk mengelola Kekayaan Sosial (Social Capital); dan fungsi SQ adalah “Who am I” (siapa saya) untuk mengelola Kekayaan Spiritual (Spiritual Capital).

Namun selama ini ketiga kecerdasan tersebut berjalan terpisah. Contoh: ber-IQ tinggi namun kering nilai-nilai spiritual; atau sebaliknya, memiliki spiritual (SQ) tinggi, namun rendah dalam nilai-nilai intelektual sehingga akhirnya kalah dalam percaturan ekonomi, sosial dan iptek. Maka kemudian disimpulkan bahwa pencapaian kualitas manusia ideal yang proporsional adalah manusia unggul yang cerdas secara intelektual, emosi serta spiritual.

Sekarang bagaimana membangun ketiga kecerdasan tersebut secara sistematis dan integral? Inilah The ESQ Way 165. Langkah pertama, adalah membangun God Conciousness atau Rasa Kesadaran Ketuhanan, yaitu kesadaran merasa melihat dan dilihat Tuhan, dan di sinilah SQ terbentuk. Kemudian sifat-sifat Ketuhanan dijadikan nilai tertinggi, maka terciptalah 1 (satu) nilai universal seperti: kejujuran, kedamaian, kebersamaan, kasih sayang, disiplin, tanggungjawab, dan keadilan yang bersumber dari Asmaul Husna.

Langkah kedua, dibangun 6 (enam) prinsip mental untuk membentuk kecerdasan emosi (EQ) yang terinspirasi dari 6 (enam) nilai-nilai Rukun Iman. Langkah ketiga adalah bagaimana mengaplikasikan nilai-nilai spiritual (SQ) dan mentalitas (EQ) ke dalam dimensi fisik (IQ) atau langkah nyata agar tetap pada garis orbit hukum alam, sehingga menciptakan langkah dan tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai spiritual. Langkah tersebut diambil dari nilai-nilai 5 (lima) Rukun Islam.

ESQ adalah sebuah konsep yang memadukan secara seimbang tiga nilai yaitu soul-mind-body, atau ruhiyah-fikriyah-jasadiah, atau dalam bahasa Yunani adalah ethos-pathos-logos atau nilai-rasa-logika. Inilah The ESQ Way 165 yang sesungguhnya terinspirasi dari trilogi Ihsan-Iman-Islam, yang mampu menjawab pertanyaan besar tentang bagaimana menjaga keseimbangan SQ-EQ-IQ yang menggabungkan sufisme-filosofi-sains secara ilmiah-elaboratif dan sarat sentuhan spiritual-transendental.

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s