Sinergi Neuro Science dan Behaviour Science dengan Cahaya 165


Kesannya begitu mendalam terhadap ESQ setelah ikut training. Baginya, ESQ merupakan sebuah konsep baru yang memadukan ilmu syaraf (neurologi) dengan tingkah laku (behaviour).

Sebagai ahli neurologi, tak berlebihan jika Dr Samino, Sp S (K),  mengatakan demikian. Neurologi menjadi keahliannya saat ini. Tak heran jika ia dipercaya menjadi Ketua Kolegium Neurologi Indonesia periode 2003-2007.  ESQ adalah sebuah konsep sinergi antara neuro science dan behaviour science. Keduanya, jelas Samino,  merupakan khasanah ilmu kedokteran. Bedanya, neurologi dan behaviour dalam ESQ dilandasi oleh nilai-nilai 165. “Saya sungguh terkesan dengan inovasi ini,” ujar lulusan FKUI tahun 1969 itu.

Pria kelahiran Baturetno, Jawa Tengah 10 Mei 1943 ini mengenal ESQ pertama kali ketika membaca buku ESQ: Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam. Baginya, buku tersebut sangat menarik dan sarat dengan ide-ide baru. Hanya saja, ia belum berkesempatan mengikuti training mengingat kesibukannya cukup banyak menyita waktu. “Justru yang ikut training istri saya duluan,” kenangnya.

Ia kemudian diajak oleh istri untuk ikut training. Ia  menjawab,”Saya sudah membaca bukunya,”…Sang istri  mengatakan, tak cukup hanya dengan membaca buku ESQ, kalau ingin mempraktekkan apa yang ada di buku, harus ikut trainingnya. “ Akhirnya, saya ikut training ESQ angkatan 21,” kenangnya.

Ayah tiga orang anak ini mengaku mendapatkan pencerahan terutama terkait dengan keberadaannya di dunia. Pencerahan yang membuatnya menyadari betapa pentingnya keberadaan manusia sebagai wakil Tuhan di muka bumi.

Karenanya, ia merasa terpanggil untuk memberikan sumbangan positif bagi masyarakat, melalui profesinya. Bersama rekan-rekan sejawatnya yang juga alumni ESQ, ia membuat program ESQ Peduli Kesehatan yang dikhususkan untuk tenaga medis. Ia berharap, nilai-nilai spiritualitas yang dibawa melalui ESQ Way 165 dapat dipraktekkan di lingkungan medis sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan akan lebih bermakna. “Ini sebagai bentuk pengabdian kita kepada Allah,” ujar mantan Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Syaraf Indonesia dua periode (1997-2000 dan 2000-2003) ini.

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s