ESQ Berpartisipasi dalam Perdamaian di Aceh


Tanah Aceh kembali mencatat sejarah. Ratusan orang dari berbagai macam unsur berkumpul untuk mengikuti training ESQ, termasuk dari mantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). ESQ menjadi simbol persatuan dan perdamaian di Aceh.

Peristiwa bersejarah tersebut terjadi di PT Arun, Lhokseumawe pada 17-19 Februari lalu saat training ESQ Profesional In-House Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam angkatan ke-4. Begitu istimewanya peristiwa ini, sehingga ESQ Leadership Center (ESQ-LC) di bawah kepemimpinan Ary Ginanjar Agustian mengirim dua trainer yang menjadi kadernya sekaligus, yaitu Muhlis Syamsuddin dan Abdul Jabir Uksim.

Acara training yang berlangsung selama tiga hari itu  menjadi simbol dari masyarakat Aceh yang bersatu. Segala unsur masyarakat hadir dan mencapai jumlah  204 orang. Ada yang dari Sabang, Lhokseumawe, hingga Bireuen. Ada yang dari Pemerintahan Provinsi, Pemerintahan Kabupaten, TNI/Polri, dan Komite Peralihan Aceh (KPA). Yang terakhir adalah organisasi sipil yang dibentuk untuk menggantikan Tentara Negara Aceh (TNA), sayap militer Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

ESQ sebagai oksigen netral yang tidak punya kepentingan apa pun, ternyata mampu menjadi lem perekat antara semua unsur di atas. Kehadiran ESQ dirasakan semua pihak, sebagai unsur pemersatu. Semua unsur berbaur, menjadi satu. Tidak ada perbedaan apa pun, kecuali sebagai hamba Tuhan yang sama-sama ingin mengabdi pada-Nya. Semuanya hanyut dalam suasana persaudaraan penuh haru. Tak sedikit yang menumpahkan air mata bahagia dan getaran spiritual, melihat kenyataan bahwa kedamaian hadir di sana.

Bahkan, semua unsur di atas saling berpeluk erat bagai seorang abang memeluk adiknya yang telah lama hilang. Sesuatu yang sepertinya mustahil terjadi, di saat konflik masih melanda Serambi Mekkah ini. “Inilah yang dinamakan Zero Mind Process,” ujar Ary Ginanjar Agustian yang mendapat gelar “Tengku” dari masyarakat dan ulama Aceh Utara.

“Sekarang kalau kita ingin membangun Aceh, tidak hanya membangun fisiknya, tapi jauh dari itu, yaitu dari sisi spiritual,” tutur Inayati Tarmizi, istri Bupati Aceh Utara yang juga Koordinator Alumni ESQ Wilayah Aceh  yang saat ini jumlah almuninya telah mencapai lebih dari 4000 orang. Bu Ina inilah yang berinisiatif mengundang anggota KPA, lewat Juru Bicara KPA, Tengku Sofyan Dawood, agar para anggota KPA mengikuti training ESQ. Dan Tengku Sofyan pun mengizinkan, bahkan ikut berpidato saat penutupan training.

“Saya kira, ESQ tidak menyangkut  politik, tapi pribadi kemanusiaan. Training ini untuk siapa saja. Siapa saja bisa mengikuti  akhlaq yang diajarkan ESQ,” jelas Sofyan Dawood saat berbicara mengenai training ini. Bahkan, bersama Korwil ESQ Aceh, KPA berencana akan mengadakan training ESQ kepada seribu orang anggotanya. “Saya bersyukur atas sokongannya. Dan ini peluang bagi kami,” tambahnya.

Training kali itu sungguh sebuah pertolongan dari Tuhan, sulit dipercaya. Tapi Tuhan Maha Berkehendak. Training selama tiga hari itu membuktikan bahwa semua unsur membaur tanpa ada rasa curiga atau berjaga jarak. Semuanya menjadi satu.“Pada awalnya kurang percaya akan undangan ini, apa mungkin ini terjadi?” tanya Yusnidar, Bendahara Koperasi Payung Syuhada Buengong Balee dari unsur KPA.”Karena kami diundang, kami merasa dibutuhkan. Sebelumnya, kami minder. Bahkan tidak pernah ikut organisasi,” sambungnya. “Mohon kami diundang dan dilibatkan lagi, agar secara psikologis dan wawasan, kami menjadi lebih luas,” imbuh Yusnidar, penuh semangat.

Semangat pembauran dan persaudaraan yang hangat dan kuat ini juga dirasakan oleh Tengku Safri, tokoh KPA yang disegani. Sosok yang akrab disapa Tengku Abang  ini juga tergugah dengan visualisasi materi yang selama ini dibacanya. “Kita membaca kitab kuning soal adzab kubur, tapi tak pernah mendalami. Tapi hari ini, ada hidayah Allah. Saya harus belajar lagi 15-20 tahun, baru saya dapatkan ilmu yang saya dapat di ESQ ini,” tegasnya.

Rencananya, pada training bulan Maret mendatang, Sofyan Dawood dan Ketua KPA Muzakkir Manaf akan mengikuti training.

Semoga ini awal dari perubahan Aceh  yang didambakan seluruh rakyat Aceh, bahkan seluruh bangsa Indonesia dan dunia.

“Dan yang mempersatukan hati mereka. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS 8:63).

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s