Apa yang Saya Cari, Saya Dapatkan di ESQ


Rasa dahaganya terhadap ilmu tak pernah terpuaskan. Penjara, yang oleh banyak orang diangggap sebagai tempat ideal pembelajaran hidup, juga tak mampu menuntaskan dahaganya. Barulah, setelah ikut training ESQ, Ia dapatkan apa yang dicarinya selama ini. “Apa yang saya cari saya dapatkan di ESQ, tak percuma  saya batalkan semua acara selama empat hari agar dapat ikut training ESQ,” ujar AM Fatwa.

Lahir di Bone, Sulawesi Selatan, 12 Februari 1939, lelaki bernama lengkap Andi Mappatehang Fatwa ini tak banyak berubah. Ilmu yang dimilikinya, pengalaman hidup yang direguknya dan jabatan politik yang kini dipegangnya serta usianya yang semakin bertambah tua tak membuatnya kehilangan semangat untuk terus menuntut ilmu. Training ESQ menjadi salah satu pelepas dahaganya terhadap ilmu.

Perkenalannya dengan ESQ jauh sebelum ia mengikuti training. Saat penutupan training ESQ angkatan 33, ia berkesempatan hadir. Istri dan anak-anaknya pun terlebih dulu ikut training ESQ. “Saya sulit meluangkan waktu sehingga baru sekarang ikut,” akunya. Sebenarnya, ia telah membaca buku ESQ, namun ia masih merasa ada yang kurang. “Kalau belum ikut training-nya belum lengkap,” ujarnya.

Empat hari penuh ia luangkan waktu, bukan hal yang mudah bagi pejabat tinggi negara seperti dirinya. Namun, itu semua menjadi mudah baginya. Kesan mendalam ia dapatkan setelah ikut training ESQ. Bagi mantan staf ahli bidang agama Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin ini, ESQ sebuah metode yang genuine dan luar biasa yang belum pernah ia temui selama hidupnya. “Banyak   orang bilang bahwa penjara merupakan tempat ideal bagi pembelajaran hidup dan mental, begitu pula yang dikatakan Nehru. Namun saya tetap terus mencari ilmu sebagai bekal hidup. Ternyata, apa yang saya cari saya dapatkan di ESQ.  Training ESQ yang hanya empat hari mampu menjadi “sekolah” lain yang memberikan saya ilmu kehidupan yang berbeda dengan apa yang saya dapatkan di penjara,” akunya saat sharing dihadapan peserta training ESQ.

Begitu terkesannya dengan ESQ, ia segera bergerak cepat. Hanya berselang kurang dari seminggu, ia undang Ary Ginanjar Agustian yang ia sebut sebagai guru, bertandang ke kantornya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jum’at (24/2) lalu. Beberapa anggota DPR dari berbagai partai politik yang menjadi alumni ESQ diajaknya bertemu untuk membicarakan tentang rencana mengikutsertakan anggota DPR dan DPD  training ESQ. (lihat Fokus).

Tak hanya itu, di jasnya saat ini tak hanya terdapat pin yang menunjukkan ia sebagai wakil rakyat, tapi juga terdapat pin 165. “Ini menandakan saya sebagai alumni ESQ,” lanjutnya.

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s