20 Ribu Guru Telah Training ESQ Gratis


ESQ Leadership Center telah memberikan training secara gratis kepada guru-guru di seluruh Indonesia. Jumlahnya saat ini telah mencapai 20 ribu guru. Sebuah wujud kepedulian ESQ dan para alumninya  terhadap masa depan bangsa dan negara tercinta.

“Terpujilah wahai Engkau, Ibu Bapak Guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
…Engkau Patriot, pahlawan bangsa
Tanpa Tanda Jasa”

Bait-bait lagu di atas tak lagi hanya kita dengar di ruang-ruang kelas. Hymne Guru, judul lagu tersebut, akan semakin sering terdengar di  luar kelas. Tidak percaya? Datang saja ke Gedung Telkom di bilangan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Gedung tersebut menjadi salah satu tempat di Indonesia yang dijadikan  sebagai tempat pelaksanaan training ESQ Peduli Pendidikan secara berkala.

Sejak Februari 2004, sejarah emas memang telah dilakukan oleh ESQ Leadership Center di bawah pimpinan Ary Ginanjar Agustian dan alumni ESQ dengan menyelenggarakan ESQ Peduli Pendidikan (ESQ PP). Betapa tidak, ini merupakan sebuah program yang memberikan training ESQ secara gratis, tanpa dikenakan biaya sedikitpun, kepada guru-guru di seluruh Indonesia. Dalam sejarah dunia pendidikan di tanah air, bisa jadi, ESQ Peduli Pendidikan merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat –atau mungkin satu-satunya- yang menggratiskan pesertanya mengikuti  pelatihan selama tiga hari penuh. Lebih dari itu, program tersebut berjalan tanpa mendapat dukungan dana maupun fasilitas dari pemerintah atau pihak terkait.

Hingga Maret 2006, tercatat sudah 20 ribu guru yang tersebar di seluruh Indonesia yang telah mengikuti training ESQ. Kota-kota diselenggarakannya training tersebut hampir meliputi seluruh provinsi :di Nanggroe Aceh Darussalam, terdapat 1200 alumni; Medan, Sumatera Utara, Padang,  Palembang, Riau, Batam, Bengkulu, DKI Jakarta, Bogor, Banten, Bandung, Cirebon,Yogyakarta, Semarang, Jombang, Pasuruan, Gresik, Malang, Surabaya, Pontianak Kalimantan Barat, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, , Lombok, Denpasar, dan dalam waktu dekat  bulan April akan diadakan di  kota Menado Sulawesi Utara.

Lahirnya ESQ Peduli Pendidikan tidak dapat dilepaskan dari semakin maraknya fenomena kerusakan moral yang melanda seluruh lapisan masyarakat di negeri ini termasuk para pelaku di dunia pendidikan. Betapa tidak, kasus seks bebas seperti VCD porno yang diaktori oleh mahasiswa di Bandung, perbutan asusila yang melibatkan guru dan murid di Cianjur, maraknya penggunaan narkoba, tawuran antar pelajar dan mahasiswa menjadi potert buram yang mudah ditemui di mana-mana.Kondisi ini  membuat resah bagi siapapun yang peduli dengan masa depan Indonesia yang cemerlang. Tak terkecuali ESQ Leadership Center dibawah pimpinan Ary Ginanjar Agustian.

Tokoh Perubahan 2005 versi Republika ini bersama alumni ESQ kemudian berinisiatif membuat program  ESQ Peduli Pendidikan. Program ini  menjadi wujud komitmen ESQ Leadership Center terhadap masa depan bangsa dan negara. “Kami prihatin dengan kerusakan moral dan  kondisi pendidikan saat ini. Padahal, pendidikan menjadi faktor penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Keberadaan guru sebagai tenaga pendidik memiliki peran strategis untuk mewujudkannya. Karenanya, ESQ tergerak untuk membuat sebuah program yang mampu mewujudkan cita-cita mulia tersebut yaitu menciptakan manusia Indonesia yang berkualitas dan tangguh yang memiliki kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ),” ujarnya.

Selama ini, lanjut Ary Ginanjar, sistem pendidikan di Indonesia pada umumnya hanya mementingkan kecerdasan intelektual. “Contoh sederhana, jika kita diminta untuk menggambar bebek, maka yang akan dilakukan pertama kali oleh kita adalah dengan membuat angka dua sehingga bebeknya menghadap ke kiri semua. Atau, jika kita diminta menggambar pemandangan, maka yang akan digambar adalah dua buah gunung dan sawah,” tambahnya.

Potret system pendidikan semacam ini harus segera diubah. Menurut berbagai penelitian, IQ hanya berperan dalam kehidupan manusia dengan besaran maksimum 20%, bahkan hanya hanya 6% menurut Steven J. Stein Ph.D dan Howard E. Book, M.D. “Karenanya diperlukan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) agar tercipta manusia berkualitas,” ujarnya. EQ dan SQ diperlukan, selain untuk meraih kesuksesan, juga untuk mengikis habis kerusakan moral yang saat ini sedang terjadi.

Karenanya, agar misi tersebut dapat terlaksana dengan cepat, mantan dosen di Universitas Udayana Bali tersebut bercita-cita mengikutsertakan guru-guru diseluruh Indonesia  training ESQ. ”Seluruh guru di Indonesia akan mendapatkan training ESQ secara cuma-cuma. Kami tak membebankan biaya sedikitpun kepada mereka,” paparnya. Dengan memberikan training ESQ kepada guru-guru, ia berharap nilai-nilai spiritualitas 165 akan menyebar ke segala penjuru tanah air sehingga Indonesia Emas akan segera terwujud.”Kita akan menyaksikan Indonesia Emas yang didalamnya terdapat  manusia-manusia yang mengetahui siapa dirinya, apa tujuan hidupnya dan akan ke mana ia hidup,” paparnya lagi.

Bagi Iesje S Latief, ketua ESQ Peduli Pendidikan, program ini merupakan wujud kepedulian alumni ESQ terhadap masa depan bangsa.” Ini juga wujud karya nyata alumni ESQ mendukung perjuangan Pak Ary dengan ESQ-nya dalam menebar nilai-nilai spiritual, khususnya kepada guru-guru di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Sementara Lea Irawan, Sekretaris ESQ PP mengatakan, sejauh ini, respon positif terus bermunculan dari para guru yang telah mengikuti training ESQ. “Responnya positif dan bermanfaat. Itulah salah satu yang membahagiakan. Beberapa kesan yang dilontarkan sangat mengharukan dimana terjadi perubahan pola pikir positif para guru yang membuat kami terpacu  untuk selalu berupaya agar kegiatan ini terus berlangsung,” katanya.

Nurhayati Nababan, seorang guru beragama Kristen yang menjadi peserta Training ESQ Peduli Pendidikan Angkatan 12 Jakarta merupakan salah satu peserta yang terkesan. ”Training ini mengajarkan kejujuran, karena itu saya akan mengajarkan ini kepada murid-murid saya,” ujarnya.

Dukungan penuh diberikan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid terhadap ESQ Peduli Pendidikan saat bertemu dengan Ary Ginanjar di gedung DPR/MPR, 24 Februari lalu.”Saya sangat mendukung program-program yang ditujukan untuk perbaikan moral dan kualitas sumber daya manusia, apalagi ini diberikan secara gratis,” ujar Hidayat Nur Wahid.

Banyak kisah menarik dan mengharukan dari ESQ Peduli Pendidikan. Salah satunya adalah ketika panitia harus naik pesawat Hercules dari Bandara Halim Perdanakusumah menuju Banda Aceh untuk menyelenggarakan ESQ Peduli Pendidikan angkatan I di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. Belum lagi kesulitan yang seringkali dialami panitia untuk mendapatkan tempat training.

Namun, semua itu tak menjadi halangan berarti. Cita-cita mulia mewujudkan Indonesia Emas melalui ESQ Peduli Pendidikan menjadi energi spiritual yang mampu mengalahkan segala rintangan yang menghadang. ESQ Peduli Pendidikan yang diberikan secara gratis sekali lagi membuktikan komitmen spiritual ESQ, yaitu melakukan perubahan tanpa mengharap pamrih atau penghargaan dari siapapun.

“Tidak akan berubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mengubah jiwa mereka sendiri”.

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s