Tatkala Selebritis Ikut Training ESQ


“Selamat Pagi!” Kalimat tersebut terlontar saat Dik Doank dan Nirina Zubir tampil sebagai pembawa acara program sepak bola di sebuah stasiun televisi swasta. Bagi kebanyakan orang, bisa jadi kalimat tersebut biasa saja. Namun, tidak bagi  kedua presenter kondang tersebut dan pemirsa yang telah menjadi alumni ESQ.  Ucapan tersebut mengandung sarat makna dan mengingatkan kembali masa-masa indah  penuh arti saat training ESQ. Ya, karena “Selamat Pagi!” adalah ucapan yang kerap kali diteriakkan untuk menyemangati peserta training ESQ, tanpa memandang apakah memang masih pagi atau sudah menjelang malam. Sebuah ungkapan agar terus bersemangat melakukan karya nyata menuju perubahan yang dicita-citakan.

Dik Doank dan Nirina Zubir hanyalah sedikit contoh dari daftar panjang artis-artis Indonesia yang mengikuti training ESQ. Mulai dari artis sinetron, artis film, musisi, pelawak, presenter berita, presenter acara TV sampai peragawati. Mereka juga datang dari berbagai usia. Ada yang artis kawakan, artis masa kini, artis remaja dan artis anak-anak.

Sebut saja Jenny Rachman, Hengky Tornado, Ida Leman, Baby Zelvia, Sys NS, Lenny Marlina yang merupakan artis film senior. Dari artis sinetron hadir Asty Ananta, Zaskia Adya Mecca, Astri Ivo, Inneke Koesherawati, Sultan Jorgi, Annisa Tri Hapsari, Irfan Hakim, Intan Nuraini, dan  Farida Pasha. Artis anak-anak ada mantan penyanyi cilik Maissy. Ada juga Ria Enes, Raihan,   Snada, Sam Bimbo, Iin Parlina, Dwiki Darmawan, Gito Rollies dari jajaran musisi. Ucok Baba, Dorce Gamalama, Dik Doank, Nirina Zubir, Agus Idwar, Dewi Huges, Wisnu Prayudha mewakili presenter acara. Meutya Hafid, Gita Sonia, Effendi Soen yang berprofesi sebagai presenter berita TV, hingga  Ratih Sanggarwati dan Arzetti Bilbina yang merupakan peragawati terkenal. Semuanya mengikuti training ESQ, berbaur dengan masyarakat lainnya selama dua sampai empat hari. Bahkan, tak jarang ada yang sengaja meluangkan waktu, khusus untuk ikut training ESQ.

Dik Doank misalkan, mengosong-kan waktu selama empat hari, mulai Kamis hingga Minggu, saat training ESQ Eksekutif Nasional angkatan 43, 23-26 Februari lalu, di Gran Melia, Kuningan, Jakarta. Setelah menjadi alumni, ia membantu jalannya training sebagai  Alumni Training Support (ATS). Saat akan ikut training, ia tak terima berbagai tawaran agar bisa menjadi peserta. Padahal,” Kalau akhir pekan, tawaran yang datang banyak sekali. Tapi saya relakan agar dapat ikut training ESQ,” ujar pembawa acara Planet Football di sebuah stasiun televisi swasta ini.

Demikian halnya dengan Dorce Gamalama. Artis serba bisa yang langsung membeli saham Grha 165 setelah training ESQ ini, sudah sejak lama diajak oleh temannya ikut training ESQ. Namun, kesibukannya yang tinggi membuatnya tak dapat menyediakan waktu, walaupun sehari. Maklum saja, ia harus memandu acara talkshow di salah satu stasiun televisi swasta yang dilakukan setiap hari. Barulah, pada training angkatan 43 lalu, ia sempatkan hadir selama empat hari penuh. “Niatku enggak sampe-sampe. Akhirnya pada suatu kesempatan aku minta izin sama produsernya empat hari supaya bisa ikut training,” katanya.

Hal yang sama dialami oleh Ratih Sanggarwati, model yang populer tahun 80-an. Awalnya, ia sering menunda-nunda keikutsertaannya dalam training ESQ karena padatnya jadwal. Namun, tiba-tiba ia sendiri yang menghubungi panitia agar bisa ikut training ESQ.

Keikutsertaan para artis tersebut tak sia-sia. Berbagai kesan, pengalaman tak terlupakan dan penuh manfaat dirasakan oleh mereka. Tak ada rasa kecewa atau penyesalan. Yang tersisa adalah rasa kagum, terpesona, takjub, tercerahkan dan semangat melakukan perubahan dalam menjalani kehidupan. Simak saja bagaimana komentar Astri Ivo setelah ikut training ESQ angkatan 30. “Inspiring. Saya seperti diberikan paradigma baru dalam berkontemplasi merenungi apa yang telah saya perbuat selama ini,” ungkap pemilik wajah teduh dan lembut ini. Kenangan terindahnya adalah ketika ia rela menyemir sepatu rekannya dengan penuh cinta dalam materi strategic collaboration. “Saya benar-benar merasakan persaudaraan yang erat dengan sesama,” kenangnya.

Begitu pula dengan Irfan Hakim. Bahkan, ia sempat terlihat sesenggukan di ujung telepon saat berbicara dengan mamanya, sesaat setelah sesi pertama training ESQ for Teens April tahun lalu di Jakarta. “Dari kecil aku sudah tahu kalau Tuhan itu ada. Kini, setelah ikut ESQ, aku jadi merasa lebih mantap dan lebih dekat dengan Tuhan,” aku lajang kelahiran Bandung, 15 Oktober 1975 ini. Sekarang, ia bertekad untuk melakukan segala sesuatu karena Sang Pencipta. Bukan karena uang atau kedudukan. Karenanya ia berharap,”Semoga semua peran yang aku mainkan dicatat sebagai amal ibadah dan menjadi ladang pahala bagiku,” harapnya.

Tak hanya itu, banyak di antara para artis tersebut yang telah menjadi alumni  menyempatkan hadir pada training-training ESQ selanjutnya. Bukan hanya untuk mengikuti materi training kembali secara gratis, namun juga membantu kelancaran training ESQ. Tidak percaya? Lihat saja bagaimana Dwiki Darmawan yang selalu datang di setiap training ESQ melakukan “Konser Amal untuk ESQ Peduli pendidikan” yang biasanya berduet dengan Anggito Abimanyu, staf ahli Menteri Keuangan. Uang yang didapat dari acara tersebut seluruhnya disumbangkan untuk membantu program ESQ Peduli Pendidikan. Bukan hanya itu, Dwiki pun secara ikhlas membantu ESQ melalui keahliannya yaitu musik, tanpa dibayar.

Tak ketinggalan Dik Doank yang merelakan waktunya selama empat hari penuh sejak pagi hingga malam, ia tak sungkan-sungkan berbaur dengan para  Alumni Training Support (ATS) lainnya membantu kelancaran pelaksanaan training ESQ. Terkadang, ia terlihat mempersilakan peserta untuk masuk ke ruangan. Sesekali, ia pun  terlihat menuntun peserta untuk menempati kursi yang masih kosong. “Bahkan, kalau saya diminta untuk mengambil sampah pun tak masalah,”papar presenter yang tampak awet muda ini.

Masih banyak alumni ESQ lainya yang berasal dari kalangan selebritis yang mengalami perubahan dan secara sukarela membantu ESQ. Mereka tanggalkan “baju” keartisannya dan menyingsingkan lengan baju untuk melakukan “Total Action” bersama ESQ. Tidak hanya dari kalangan artis, tapi juga dari berbagai profesi lainnya seperti akademisi, dokter, politisi, pemuka agama, sampai tokoh militer.

Inilah bukti ESQ mampu menjadi sebuah wadah yang tidak melihat latar belakang, kedudukan, pangkat dan status sosial.  Sebuah wujud dari oksigen ESQ di mana kehadirannya tak berwarna, namun  menyegarkan dan begitu penting bagi kehidupan. Tak ada perbedaan ideologi, politik, suku, kedudukan dan pangkat.

Semuanya menyatu dalam nilai-nilai spiritualitas yang universal. Semuanya bersatu padu, bahu-membahu membangun kejayaan Indonesia menuju Indonesia Emas 2020.

One comment

  1. tlg nirina zubir jangan terlampau over acting dlm membawakan acara as presenter,kan sudah mendapat hidayah dari esq, jadi berubahlah tampilannya kalem dikit.

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s