Training ESQ Eksekutif Nasional 45: Dari GAM Sampai Pejabat Polri


Minggu, 26 Maret lalu, tepat pukul 17.00 WIB, suasana haru, khidmat dan rasa syukur mewarnai sebuah ruangan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Lebih dari 1000 orang  tak melepaskan pandangan matanya  saat dua orang tokoh, Sofyan Dawood, mantan Panglima GAM dan Brigjen (Purn) Kopassus Sutopo berpelukan. Tepuk tangan riuh membahana diiringi tangis haru menambah syahdunya suasana.

Ini bukan adegan syuting sebuah sinetron. Ini adalah kisah nyata. Sebuah kisah yang terjadi saat penutupan Training ESQ Eksekutif Nasional ke-45 yang berlangsung 23-26 Maret lalu. Dengan disaksikan langsung Menteri Negara BUMN Sugiharto, Ary Ginanjar, Ketua PBNU Rozy Munir, Staf Ahli Menneg BUMN Aries Muftie,  dan alumni ESQ lainnya, sebuah karangan bunga diberikan Brigjen Sutopo kepada Sofyan Dawood sebagai tanda persahabatan dan perdamaian sejati.

“Ini menjadi simbol bahwa kita merupakan satu keluarga,” ujar Brigjen Sutopo sesaat setelah peristiwa bersejarah itu terjadi. “ESQ mampu menyatukan kita,” timpal Sofyan Dawood dengan penuh semangat. Teriakan “Jaya Indonesia”, “Hidup Indonesia”, “Bersatu  Indonesia” dipekikkan silih berganti oleh ratusan orang yang memenuhi ruangan. Semangat dan optimisme mewujudkan Indonesia Emas begitu membara sehingga membuat dinginnya udara di dalam ruangan hampir tak terasakan.

Sementara Ary Ginanjar, pimpinan ESQ Leadership Center yang juga menjadi trainer acara tersebut selama empat hari penuh tak dapat menahan tangisnya. Ia peluk segera Sofyan Dawood. Keduanya berangkulan untuk beberapa saat. “Hari ini, kita menjadi saksi semakin kokohnya perdamaian dan persaudaraan antara kita, bangsa Indonesia. Kita harus mensyukurinya,” ucap Tokoh Perubahan 2005 versi Republika tersebut. Sebagai ungkapan rasa syukurnya, ia pun mengangkat “Adun”, panggilan kesayangan untuk “kakak” di bumi Serambi Mekkah,  demikian Ary Ginanjar memanggil Sofyan Dawood, sebagai trainer kehormatan  ESQ di Nanggroe Aceh Darussalam.

Selain Sofyan Dawood, hadir pula sebagai peserta Ikang Fawzi, Direktur Utama Pelabuhan Indonesia Abdullah Syaifuddin, Dirut Asuransi Kesehatan Orie Andari Sutadji, Ketua Umum Ikatan Da’i Indonesia Dr Ahmad Satori Ismail, Bupati Sumbawa Zulkifli, Bupati Tanah Datar Aristo Munandar, Setjen MPR Rahimullah, Penyiar Delta FM Krisna Purwana, Anggota DPR Mustafa Kamal dan Zulkieflimansyah, Dewan Syuro Pesantren Hidayatullah Usman Palesse, dan 30  pejabat teras Kepolisian Republik Indonesia (Polri) seperti Kombes Polisi Badrudin Haiti (Sekretaris Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri), Suparmi Ningsih (Kabag Keuangan Polri), dan AA Maparessa (Kabag Perencanaan Dana dan SDM Polri).  Acara training semakin istimewa karena bertepatan dengan hari kelahiran Ary Ginanjar Agustian, 24 Maret 1965.

Selama empat hari penuh, tokoh-tokoh masyarakat yang berasal dari berbagai macam latar belakang berbeda tersebut berbaur menjadi satu. Kala melakukan simulasi, tak segan-segan mereka mengeluarkan berbagai macam ekspresi. Saat diajak untuk berinstropeksi diri, tak sungkan-sungkan juga mereka tersungkur, menangis haru teringat dengan segala perbuatan yang pernah dilakukan.

Kembali, untuk kesekian kalinya, ESQ membuktikan diri sebagai lembaga yang mampu mempersatukan semua kalangan. “Banyaknya peserta yang hadir adalah bukti bahwa metode ESQ  menyentuh berbagai kalangan. ESQ mampu diterima di mana saja dan oleh siapa saja,” terang Mustafa Kamal, anggota DPR yang menjadi peserta training. Menurutnya, akan bagus sekali jika ESQ mampu terus melakukan kerjasama dengan semua kelompok masyarakat. “Termasuk dengan militer, kepolisian, birokrasi,” tambahnya.

Hal senada juga dikatakan Badruddin Haiti, Sekretaris Lemdiklat Polri.  Kehadiran ESQ, akunya, sangat tepat sekali momentumnya dengan tekad Polri yang ingin melakukan perubahan di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Sutanto. “ESQ sangat berperan  penting dalam hal memantapkan komitmen yang sedang kita bangun yaitu perubahan. Sekarang komitmen kami sudah semakin jelas terhadap penegakan hukum. Perubahan itu begitu nyata,” imbuhnya lagi.

Tak heran, jika kemudian ia akan mengajak rekan-rekannya di Polri untuk training ESQ. ”ESQ ini bisa dijadikan satu bekal kemampuan kita dalam memimpin ke depan. Ini sangat penting. Saya sekarang aktif menyarankan kepada perwira-perwira tinggi di Mabes Polri untuk ikut dalam pelatihan ESQ  sehingga benar-benar bisa memahami makna sesungguhnya jabatan yang dipegang,” ungkapnya.

Oksigen ESQ telah semakin menyebar ke mana-mana. ESQ telah terbukti menjadi perekat bagi segala unsur, bahkan menyatukan Mantan Panglima GAM dan para pejabat Polri serta mantan pejabat militer Indonesia. Semoga ini menjadi langkah nyata mewujudkan perdamaian yang abadi di Indonesia sehingga cita-cita Indonesia Emas akan segera terwujud.

“…dan yang mempersatukan hati mereka. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang ada dibumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana “ (QS 8:63)

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s