Saya Anggap Semua Orang di Sini Saudara


Sofyan Dawood

Sorot matanya tajam. Namun, ia tak segan-segan menerima salam semut khas ESQ dari orang-orang yang menghampirinya, pada saat training. Bahkan , oleh Ary Ginanjar, ia diberi gelar “Adun”, panggilan sayang orang Aceh untuk “kakak”. “Saya menganggap semua orang di sini sebagai saudara,”ujar Sofyan Dawood, Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA), organisasi sipil pengganti Teuntra Neugara Acheh (TNA) dari Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Kalimat ini dituturkan saat penutupan training ESQ Eksekutif Nasional 23-26 Maret lalu di Jakarta.

Sofyan Dawood memang menjadi bintang training ESQ kali ini. Ia sibuk berbaur dan bersatu penuh rasa haru, damai, dan persaudaraan dalam training ESQ. Semua diliputi rasa gembira dan damai dengan kehadirannya, seperti menemukan saudara kandung yang telah lama hilang. “Tadinya saya merasa akan dikucilkan. Tapi ternyata semua yang ada di sini menerima saya dengan tangan terbuka,” akunya, dengan penuh haru.

“Kini saya sadar bahwa manusia tidak pantas sombong. Jika manusia mengetahui siapa dirinya, tidak ada egois atau kesombongan. Karena kita milik Allah,” jelas Mantan Panglima Militer GAM Wilayah Passe sekaligus mantan Juru Bicara Militer GAM itu. “Setelah ESQ, saya baru tahu bahwa saya orang yang paling lemah. Saya menyadari hidup ini tidak ada apa-apanya di mata Allah,” katanya.

“Sejak hari ini saya tidak mau dipanggil Tengku lagi. Dan saya melayani berfoto bersama karena menganggap semua orang di training ini sebagai saudara sendiri,” imbuhnya. “Dalam waktu singkat dan pendek, ESQ bisa memberi saya ilmu yang seharusnya saya dapatkan dalam 15 tahun,” terangnya.
Konflik dan musibah yang menimpa Aceh baru bisa dimaknainya setelah training. “Saya baru mengerti tentang makna tsunami di Aceh. Tsunami di Aceh seperti kejadian yang menimpa kaum Nabi Nuh dan kaum Tsamud,” tambahnya. Kisah tentang kaum Tsamud ini didapatnya dalam salah satu materi, yang merupakan “oleh-oleh” dari kepulangan Ary Ginanjar dari Bukit Thursina di Lembah Muqaddas Thuwa, Mesir. “Allah tidak benci kepada Aceh, tapi ini adalah bentuk kasih sayangnya,” ujarnya.

Materi yang diterimanya selama training begitu membekas di hatinya. Bahkan, ia bertekad akan menyampaikan nilai-nilai yang didapat di ESQ ini ke seluruh anggota KPA. “Saya akan memberikan contoh yang baik pada teman-teman di Aceh”, jelasnya. “Saya berjanji, gejolak-gejolak di Aceh takkan terulang lagi.,” tuturnya. Mengenai konflik di Aceh, Adun menyatakan: “Saya bertahun-tahun angkat senjata, bahkan tak kenal lelah. Namun Alhamdulillah, semuanya sudah berakhir, itu atas karunia-Nya”.

Sebagai oksigen, ESQ mampu menyatukan Sofyan Dawood dengan seluruh komponen bangsa Indonesia, termasuk dengan 30 para petinggi POLRI yang mengikuti training bersamanya. ESQ menjadi perekat yang memperkuat perdamaian dan persatuan di antara seluruh komponen bangsa. Semua unsur berbaur, menjadi satu. Tidak ada perbedaan apa pun, kecuali sebagai hamba Tuhan yang sama-sama ingin mengabdi pada-Nya. ” ESQ bisa merangkul semua elemen yang ada di bangsa ini, sungguh luar biasa,” komentar mantan Panglima GAM itu. Memang, bagi Ary Ginanjar, salah satu tugas ESQ Leadership Center adalah menyatukan semua unsur dan komponen bangsa.

Ketertarikan Sofyan Dawood pada ESQ sebenarnya sudah ada saat training ESQ Profesional In-House Pemerintah Provinsi Aceh ke-4 di PT Arun, Lhoksemauwe, pada 17-19 Februari lalu, saat 40 anggota KPA ikut serta, dan Sofyan berkesempatan memberikan sambutan pada acara penutupan, karena kesibukannya yang membuatnya tak bisa ikut training saat itu. Dari sanalah timbul niat untuk menyertakan seribu anggota KPA. ”Saya mengikuti pelatihan ini, salah satunya, agar bisa memberikan keputusan kepada anggota KPA untuk mengikuti ESQ,” terang Adun.

Kesimpulannya? ”Kita tidak hanya menginginkan seribu anggota KPA, tapi lebih dari itu. Bahkan tidak hanya untuk KPA, tapi untuk siapa saja, bahkan di berbagai pelosok,” tegasnya.

Kini, seperti diakuinya, ESQ menjadi bahan pembicaraan di antara anggota KPA. Dan tidak sedikit dari mereka yang mengikuti training. Seperti 130 orang yang pada 17-19 Maret lalu mengikuti in-house training di Aula PT Arun Lhokseumawe.

One comment

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s