ESQ di Malaysia, Bagai Muhajirin dan Anshar


Masyarakat Malaysia menyambut hangat kehadiran ESQ. Mereka menyambut saudara-saudaranya dari Indonesia seperti kaum Anshar menyambut Muhajirin. Sebuah tanda Nusantara Emas 2020 dan Dunia Emas 2050.

Mengunjungi negeri Malaysia, kita seperti melihat bangsa Indonesia yang tertinggal, khususnya dari segi teknologi. Contoh kecilnya adalah adalah sistem SmartTag dan Touch and Go di jalan tol. Contoh besarnya adalah Gedung Kembar Petronas, perkebunan kelapa sawit, dan Cyberjaya. Padahal dahulu, Malaysia banyak belajar dari Indonesia. Di negeri jiran  itu pula, bangsa Indonesia dikenal sebagai “pengimpor” Tenaga Kerja. Persepsi se macam itu yang acap hadir secara umum.

Namun kehadiran ESQ mampu mendobrak persepsi itu. Masyarakat Malaysia menyambut hangat kehadiran training eksekutif pertama ESQ yang langsung dipimpin oleh Ary Ginanjar Agustian. Training ini diadakan pada 7-9 April lalu di Palace of Golden Horses, Selangor, Malaysia. Sebanyak 153 peserta hadir, dan tidak hanya menerima ESQ, tetapi juga berbahagia akan kehadiran ESQ. Peserta itu berasal dari  Negeri Sembilan, Johor, Kedah, Perak, Kelantan, Melaka. Tidak sedikit peserta yang hanya akan mampir, tetapi setelah ikut beberapa jam, menjadi tertarik dan ikut selama tiga hari penuh. Bahkan beberapa diantaranya malah mengajak istri dan anak-anaknya. Peserta pun bertambah menjadi 153.

Training  dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, KPH Rusdihardjo. Dalam pembukaannya, Duta Besar menyatakan kebanggaannya dengan ESQ. “Training hanya tiga hari, tapi  insya Allah bermanfaat seumur hidup,” jelasnya.  “Kalau kita ke Malaysia, tentu akan bertanya, ‘What’s wrong with my country?’, Mengapa Malaysia begitu maju? Padahal satu rumpun  dan satu  agama? Kuncinya: SDM,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Tan Sri Ahmad Sarji, Direktur Institut Kefahaman Islam Malaysia (IKIM) yang menjadi peserta training.   Ahmad  Yani Abdul Manaf, alumni ESQ Malaysia yang memandu acara,  menyatakan bahwa kehadiran Duta Besar Indonesia dan Tan  Sri  Ahmad Sarji adalah simbol  Malaysia menerima Indonesia.

Ahmad Khatib, salah seorang peserta, menyatakan bahwa ESQ  adalah  training yang benar-benar memberikan kesan yang amat mendalam. “Karena bukan saja mengajarkan kita tentang arti kehidupan, juga membantu dalam melanjutkan kehidupan sebelum mati,” ujarnya yang sebelum training mengaku tidak mengenal Allah.

Dr Azizan Ahmad, seorang dosen yang  alumni ESQ Malaysia menyatakan bahwa datangnya ESQ ke Malaysia akan menjadi pencetus perubahan di institut pendidikan, masjid, dan dimana-mana. “Karena niatnya ikhlas karena Allah untuk mengenalkan manusia dengan Tuhannya,” tuturnya.

Muhammad Nazam, seorang peserta yang juga direktur sebuah perusahaan multimedia menyatakan: “Memang, saya diajarkan mengaji, tapi tak seperti ESQ ini. Saya  memang banyak berkecimpung dengan majelis surau. Tapi rasanya tak lengkap juga. Disini, saya mengetahui apa mau saya, dan arah kehidupan, dan memberi kekuatan,” terangnya. “Kalau program ini diadakan di Malaysia, ESQ dapat bermanfaat bagi masyarakat Malaysia,” tegasnya.

Ayu Trisna, Marketing Manager, East Heritage Modern Tropical Living Selangor merasakan gugurnya segala kesombongan” Saya berjanji pada Allah, bahwa kini saya memasuki Era Baru,” jelas warga Indonesia yang 12 tahun bermukim di Kuala Lumpur itu.  “Ini sangat bermanfaat dan  memang diperlukan semua orang,” imbuhnya.

Seluruh peserta dan alumni yang berasal dari Malaysia begitu merasakan manfaat ESQ. Mereka menyambut dengan tangan terbuka. Bahkan mereka menyambut rombongan ESQ dan para alumni yang berjumlah 400 orang dari berbagai penjuru Indonesia dengan penuh persaudaraan. Ibarat kaum Anshar menyambut kaum Muhajirin di zaman Rasulullah dulu.

Jamal Nasir Jamaludddin, managing director  Ecoevent yang menjadi event organizer ajang ini menyatakan bahwa masyarakat Malaysia  memang begitu antusias, bahkan seakan tak sabar menanti training berikutnya di bulan Juni nanti. “Mereka sememangnya mencari-cari sesuatu bagi mengisi kekosongan jiwa. ESQ jawaban yang tepat,” jelasnya.

Apa makna dari ini semua? Pertama, ESQ sebagai oksigen ternyata mampu mempererat tali persaudaraan serumpun dan persahabatan antara Indonesia dan Malaysia. Persahabatan ini terasa hangat, seperti ikatan antara kaum Anshar dan Muhajirin.

Kedua, Indonesia yang selama ini dikenal hanya sebagai “pengimpor” tenaga kerja, kini dikenal sebagai pengimpor ilmu, khususnya tentang spiritualitas. Kembali negeri Malaysia berguru kepada Indonesia.
Ketiga, terciptanya high trust society. Masyarakat Malaysia dari berbagai kalangan menaruh harapan dan kepercayaan yang besar terhadap ESQ. Mereka begitu antusias dan yakin bahwa ESQ adalah jawaban persoalan hidup mereka.

Kepercayaan Malaysia terhadap Indonesia sebenarnya sudah terjadi sejak November 2005 lalu. Saat Ahmad Razib dan Huda, sepasang suami istri yang menjadi alumni pertama dari Malaysia, menyerahkan putra kesayangannya kepada keluarga Djoni Rosadi, Kordinator alumni ESQ Wilayah Jawa Barat. Bagi Huda, itu adalah keputusan yang tepat. “Tiap hari saya masih mendapatkan hikmah-hikmahnya dari keputusan itu. Setiap hari Allah menambah ilmu-ilmu baru,” jelasnya. “Sebenarnya saya tidak menyerahkan Farabi, tapi menyerahkan cinta  saya pada Allah,” tambahnya.

Ahmad Razib, Korwil Malaysia menyatakan bahwa  Malaysia mempelajari ESQ dari Indonesia. “Dan kini Malaysia akan membawa ESQ ke seluruh dunia,” tegasnya.

Bukan kebetulan bila nama tempat trainingnya adalah Golden Horses, Kuda Emas. Dan bukan kebetulan sewaktu awal training, jumlah pesertanya baru seratus orang, dan surat ke seratus adalah al-Adiyaat (Kuda Perang yang Berlari Kencang). Semoga ini menjadi tanda akselerasi ESQ di Malaysia dan dunia.

“Demi kuda perang yang berlari kencang, dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya), dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di pagi hari, maka ia menerbangkan debu” (QS 100: 1-5).

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s