Sambut Ramadhan dengan Training ESQ Peduli Dhuafa


Suasana Training ESQ Peduli Dhuafa Angkatan Pertama di Menara 165

Suasana Training ESQ Peduli Dhuafa Angkatan Pertama di Menara 165

Apa pengalaman yang didapat seorang supir angkot setelah mengikuti training ESQ? Tanyakan pada Sudirman, yang sehari-hari mencari nafkah dengan menjadi supir angkot jurusan Kranggan-Pondok Gede, Bekasi. “Saya benar-benar tak menyangka ikut acara beginian. Bagus sekali,” kata Sudirman, dengan polos. ‘Saya jadi tahu siapa itu Allah dan diri sendiri.”

Awalnya, ia merasa berat untuk ikut training ESQ selama dua hari. Maklum, jika ia menjadi peserta maka Sudirman tidak bisa bekerja. “Dari mana saya mendapat uang karena kebisaan saya cuma menjadi supir,” ujarnya. Tapi, keraguan itu akhirnya berhasil ia singkirkan. Sudirman membulatkan tekad untuk datang ke Menara 165.

Di hari kedua, ia sempat bingung. Anaknya yang terkecil menangis meminta ikut. Sudirman tak tega meninggalkan buah hatinya. Namun, pengalaman yang didapatnya pada hari pertama, membuat ia harus tegar meninggalkan anaknya. “Rugi jika saya tidak ikut.”

Setelah training ESQ, ia menjadi tahu arti penting pekerjaannya. Menjadi supir angkot, kata dia, me­rupakan pekerjaan mulia. “Asal semuanya diniatkan ibadah,” ujar Sudirman lagi.

Sudirman adalah peserta trai­ning ESQ Peduli Dhuafa Ang­katan Pertama, 26-27 Agustus di Menara 165. Pelatihan tersebut diikuti se­kitar 500 orang.  Selain supir ang­kot seperti Sudirman, terdapat juga kuli bangunan, petugas keaman­an, tukang ojek, tukang asongan, dan pekerjaan sektor informal lainnnya.
Selama dua hari, tangis mere­ka pecah. Airmata tumpah. Rasa gundah dan resah punah. Yang tersisa hanya kebahagaiaan dan optimisme menjalani hidup. “Saya jadi semangat bekerja,” kata Tarsono, yang di siang hari bekerja sebagai kuli bangunan, dan malam harinya menjadi petugas keamanan.

Ini adalah training ESQ Pe­duli Sesama yang pertama kali diadakan di Menara 165.  Kegiatan ini kerja­sama ESQ Leadership Center dan Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Korwil DKI Jakarta. Untuk training serupa, ESQ Leadership Center dan FKA ESQ telah menyelenggarakannya di berba­gai daerah di Indonesia. Jumlah alumninya telah mencapai sekitar 5.000 orang.

“Ini bentuk komitmen kami dalam menerapkan dua nilai 7 Budi Utama. Yakni Tanggungjawab dan Peduli,” kata pimpinan ESQ Leadership Center Ary Ginanjar.

Pelaksanaan kegiatan yang hanya berjarak beberapa hari men­jelang Ramadhan, kata Ary, bukan sebuah
kebetulan. “Kami, keluarga besar ESQ, ingin menyam­but Ramadhan dengan berbagi ke­pada sesama.” Puasa yang akan dijalankan selama satu bulan penuh, ujar Ary, tak cuma membentuk kesalehan individual atau pribadi. “Puasa yang kita jalani juga harus menjadikan kita memiliki kesalehan sosial.”

Salah satu wujudnya, “De­ngan bersikap peduli kepada kaum dhuafa,” katanya. “Mari kita sam­but Ramadhan dengan penuh keber­samaan dan kepedulian.” ERWYN KURNIAWAN


Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s