Ary Ginanjar Jadi Anggota Kehormatan Keluarga Besar Sunan Kalijaga


Semarang, Ahad, 31 Agustus 2008. Tepat satu hari menjelang bulan Ramadhan, sebuah kehormatan diterima Ary Ginanjar. Pimpinan ESQ Leadership Center itu, diangkat sebagai anggota kehormatan keluarga besar Sunan Kalijaga. ”Saya sangat bangga dan haru akan usaha Ary Ginanjar melalui ESQ,” kata Raden Muhammad Soediyoko, sesepuh keluarga besar dan ahli waris Sunan Kalijaga, saat memberikan sambutan.

Menurut Eyang Kanjeng Soediyoko, 84 tahun, rasa bangga itu timbul karena Ary Ginanjar telah melakukan hal yang sama dengan Sunan Kalijaga, yaitu mengangkat nilai dan budaya lokal.

Ary Ginanjar diangkat sebagai anggota kehormatan keluarga besar Sunan Kalijaga karena beberapa pertimbangan. Pertama, dalam rangka melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan nasional, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta melestarikan nilai sosial budaya.

Kedua, sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan tradisi adat budaya yang merupakan bagian dari langkah untuk memelihara ketahanan budaya bangsa sebagai pilar dari ketahanan nasional.

Ketiga, karena berdasarkan pengamatan dari setiap pelatihan ESQ, telah mengangkat dan memunculkan nama salah seorang wali, yakni Sunan Kalijaga yang makamnya di Kadilangu, Demak.

Pada kesempatan itu, Raden Muhammad Soediyoko, mewakili sesepuh dan ahli waris keluarga besar Sunan Kalijaga, menyerahkan duplikat salah satu pakaian Sunan Kalijaga kepada Ary Ginanjar. Soediyoko juga memakaikan Ary blangkon hitam, yang mirip dengan kepunyaan Sunan Kalijaga. ”Sebagai anggota kehormatan, saya berjanji, akan menjaga nama baik Sunan Kalijaga dan menyebarkan ajarannya, melalui ESQ,” kata Ary Ginanjar.

Penghargaan itu menambah daftar panjang prestasi ESQ. Di bidang akademik, Ary Ginanjar dianugerahi gelar doktor honoris kausa bidang pendidikan karakter oleh Universitas Negeri Yogyakarta, akhir tahun lalu. Ary juga dinobatkan sebagai “The Most Powerfull People dan Ideas 2004” versi Majalah Swa. Tahun 2005, Ary dianugerahi menjadi salah satu ”Tokoh Perubahan” oleh Harian Republika. ESQ juga telah menyelenggarakan pelatihan di mancanegara. Bahkan, Ary sempat berbicara tentang ESQ di Oxford, Inggris. Itu membuktikan universalitas ESQ, yang bisa diterima oleh semua kalangan. (Erwyn Kurniawan)

2 comments

  1. Alhamdulilah ternyata ada salah satu yang dapat meneruskan warisan budaya, insyaalloh pesan kangjeng sunan ” Budaya iku mesti dilestarikan dengan nilai-nilai agama dan budi luhur karna budoyo iku cermin diri bangsa dan negara

  2. As.. Pak Ari Ginanjar.. kapan saya bisa ketemu sama bapak.. setiap ikut training ESQ.. gk pernah Sama bapak.. Saya orang Bukittinggi.. Gmana caranya ya Pak?

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s