Meneg PAN Taufiq Effendi: ESQ Salah Satu Cara Cepat Berantas Korupsi


Rapat kerja membahas Intruksi Presiden No.5/2004 tentang pemberantasan korupsi digelar di Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara. Rapat diikuti 80 pejabat eselon satu dan dua seluruh departemen Kabinet Indonesia Bersatu dan ESQ Leadership Center.

Korupsi dengan segala bentuk dan modusnya terjadi karena berte­munya niat dan kesem­patan. Munculnya niat secara signifikan dipengaruhi oleh faktor kepribadian, akhlak, keluarga, pen­didikan, dan lingkungan. De­ngan demikian, perlu ada upaya dan tindakan nyata untuk menutup niat korupsi. Caranya dengan menanamkan nilai-nilai spiritualitas, moral, akhlak, so­sialisasi dan pendidikan anti­korupsi. “Itulah mengapa ESQ diperlukan,” kata Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara Taufiq Effendi.

ESQ, Taufiq melanjutkan, ada­lah salah satu metode yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual. Dua kecerdasan itu menjadi modal penting untuk menghilangkan niat korupsi.
Itu dikatakan Taufiq di kantornya saat membuka rapat kerja antara Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara, jajaran pejabat eselon satu dan dua seluruh departemen, serta ESQ Leadership Center, Rabu, 17 Oktober.

Rapat itu, kata Taufiq, sebagai tindak lanjut dari Inpres No. 5/2004, tanggal 28 Desember 2007. Inpres tersebut berisikan tentang percepatan pemberantasan korupsi di lingkungan aparatur negara. Kementerian yang dipimpin Taufiq, ditugaskan untuk mengoordinasi, memonitor, dan mengevauasi program yang telah dilaksanakan.

Untuk tugas penting itu, Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara menggandeng ESQ Leadership Center, sebagai mitra strategis. “ESQ diperlukan untuk menanamkan nilai-nilai moral,” ujar Taufiq. ESQ, lanjut ia,”Dapat dijadikan salah satu model untuk mempercepat pemberantasan korupsi.”

Ia menyontohkan tentang 7 Budi Utama ESQ: Jujur, Tanggungjawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil, Peduli. Semua itu, menurut Taufiq, merupakan nilai-nilai yang dibutuhkan untuk melakukan perubahan. Nilai-nilai itu,”Telah terbukti berhasil diterapkan oleh negara-negara maju,” kata Taufiq lagi.

Rapat diikuti sebanyak 80 pejabat eselon satu dan dua (dirjen, sekjen, dan kepala biro) seluruh departemen di Kabinet Indonesia Bersatu. Ikut pula pimpinan ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian , Kepala Badan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu, dan Staf Ahli Mennegpora Prof Djohar Arifin.

“Suasana kerja di kantor kami penuh kekeluargaan setelah training ESQ,” kata Anggito Abimanyu yang memimpin sekitar 300 karyawan. Setiap bulan, ia mengirimkan 5 hingga 10 karyawannya mengikuti training ESQ.

Tujuh Budi Utama, kata Anggito, sudah dipraktekkan.”Kamar mandi kantor bersih. Karyawan kami juga datang tepat waktu ke kantor atau saat mau rapat.”

Mendengar itu, para peserta terlihat antusias. Salah satunya Mustikawati, dari Biro Kepegawaian Departemen Kesehatan. “Training ESQ harus dimulai dari pra jabatan hingga tingkat pimpinan,” katanya. Ia juga mengusulkan untuk menjadikan training ESQ sebagai bagian dari modul Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Sekretaris Kementerian PAN Tasdiq Kinanto mengajak seluruh departemen untuk berkomitmen menyelenggarakan training ESQ. Untuk mempercepat itu,”Kita harus mempertemukan Pak Ary dengan pimpinan nasional,” ujarnya.

Ary Ginanjar menyambut baik hal itu. Korupsi, kata Ary, tak cuma harus dicegah dengan payung hukum, tapi juga perbaikan moral. Ini kan membuat terjadinya perubahan dari budaya korupsi ke budaya jujur. “Kita harus bersinergi untuk tugas mulia ini,” ujarnya. (Erwyn K)

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s