ESQ Setelah 7 Tahun: Apa Kata Ulama dan Tokoh Nasional? (Bagian 1)


Tujuh tahun sudah Ary Ginanjar melalui ESQ, menyebarkan nilai-nilai spiritualitas 165. ESQ telah menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, Timur Tengah, Eropa dan Amerika Serikat. Alumninya telah mencapai lebih dari 600.000 orang. Atas keberhasilannya itu, berbagai penghargaan diterima Ary Ginanjar. Salah satunya penganugerahan Doktor Honoris Kausa Bidang Pendidikan Karakter dari Universitas Negeri Yogyakarta, akhir tahun 2007.
Prestasi fenomenal lainnya adalah keberhasilan ESQ dan alumninya menyelenggarakan training ESQ Peduli pendidikan. Training ini khusus diperuntukkan bagi guru di seluruh Indonesia. Mereka mengikuti training ESQ secara cuma-cuma atau gratis. Saat ini, alumninya telah lebih dari 70.000 guru. Targetnya, pada 2020, sebanyak 1 juta guru sudah ikut training ESQ.

Selain kepada guru, training ESQ gratis juga diberikan kepada berbagai unsur masyarakat antara lain melalui ESQ Peduli Yatim dan Dhuafa dan ESQ Peduli Lapas. Program sosial lainnya adalah Satu Orang Satu (SOS), di mana setiap alumni ESQ memiliki satu anak asuh dan Lentera 165, sebuah program pemberdayaan ekonomi kaum dhuafa.

Apa kata para tokoh nasional tentang ini dan kontribusi apa yang bisa disumbangkan ESQ? Seberapa penting spiritualitas untuk membangun peradaban bangsa? Berikut petikan komentar mereka, yang disarikan dari berbagai sumber antara lain ESQ Magazine dan Halaman The ESQ Way 165 di Republika, beberapa waktu lalu.

Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi:
ESQ sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia. Ary sosok yang cerdas, karena pada era masa kini dapat menemukan metode yang menyatukan tiga kecerdasan: intelektual, emosional dan spiritual dalam tata cara yang sesuai dengan Al- Qur’an dan Hadist. Bangsa ini sedang tepuruk. Sebab utamanya: karena manusia-manusia di Indonesia tidak memiliki rasa takut kepada Allah, termasuk mereka yang beragama. Ini ironis, karena bangsa kita adalah bangsa muslim terbesar di dunia. ESQ dapat dijadikan sebagai salah satu cara membawa bangsa ini ke luar dari keterpurukan. Karena, ESQ menanamkan kepada kita kebesaran Allah, sehingga akan membuat kita sadar terhadap apa yang dilakukannya di dunia.

Ketua MPR Hidayat Nurwahid:
Bangsa ini belum bisa keluar dari krisis karena tidak memiliki moralitas dan etos kerja yang baik. Padahal, kedua hal itu merupakan kunci sukses. Dua hal ini diajarkan di ESQ. Di tengah apatisme masyarakat terhadap kondisi bangsa, masih ada kelompok masyarakat yang menawarkan solusi. ESQ dapat menjadi bagian dari solusi bangsa. Saya ingin memberi semangat pada Pak Ary dan ESQ untuk terus melakukan usaha-usaha positif bagi bangsa.

Wakil Ketua MPR AM Fatwa:
Banyak orang bilang bahwa penjara merupakan tempat ideal bagi pembelajaran hidup dan mental, begitu pula yang dikatakan Nehru. Namun saya terus mencari ilmu sebagai bekal hidup. Ternyata apa yang saya cari saya dapatkan di ESQ. Training ESQ yang hanya tiga hari mampu menjadi “sekolah” lain yang memberikan saya ilmu kehidupan yang berbeda dengan apa yang saya dapatkan di penjara. ESQ memberikan ilmu melebihi apa yang saya dapatkan di penjara. ESQ betul-betul metode yang genuine. Banyak yang telah kucari, namun tiada satu memberi. Saya mendapatkannya di ESQ.

KH Amidhan, Ketua MUI:
Dulu, training lain yang saya ikuti kering dan kurang menyentuh. Namun training ESQ beda sekali. Di sini kita dibukakan hati nurani untuk masuk ke dalam Zero Mind Process (ZMP) dan diminta untuk melepaskan segala pengaruh apapun baik harta, pangkat dan keluarga sehingga mendekati nol.

Amien Rais, Mantan Ketua MPR dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah:
Pendekatannya cukup jernih dngan tidak meninggalkan keimanan sama sekali, namun ada logika sederhana yang bisa dicerna, bagaimana menjadi hamba Allah yang berhasil di dunia dan akhirat. Suatu kebaikan sebagaimana keburukan, ada magnetnya. Karena manusia punya kecenderungan Yang Abadi, Yang Indah, Yang Baik, Yang Mutlak. Itu alasan, mengapa banyak yang tertarik dengan ESQ. Mas Ary adalah karunia Allah, tanpa maksud membesar-besarkan, karena ada magnet kebaikan (al khairat-hasanat).

Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa:
Saya tak bisa menyembunyikan rasa bangga pada ESQ yang telah melakukan agenda besar yakni pencerahan bagi anak bangsa. ESQ memiliki visi yang sangat jelas, yang jangkaunnya jauh ke depan yang merupakan modal kita sebagai pemimpn di muka bumi. Tidak mungkin kita mampu menjalankan misi kita sebagai pemimpin tanpa memiliki modal seperti yang diajarkan ESQ. Untuk itu, saya ingin katakan, tidak ada terlambat untuk memerbaiki moral bangsa. Training ESQ sangat penting bagi aparatur negara dan sangat efektif untuk mencegah terjadinya praktek korupsi di Indonesia. Itu karena pendekatan-pendekatan yang yang dilakukan ESQ menggunakan nilai-nilai universal. Ada keikhlasan, ketaqwaan, moralitas.

Menteri Negara Pemuda dan Olahraga DR Adhyaksa Dault
Saya bersyukur bisa mengikuti training ESQ selama tiga hari. Ini pengalaman berharga bagi saya. Begini, saya banyak mendapatkan ilmu pengetahuan dan agama di luar. Apa yang saya dapatkan itu seperti puzzlle. Nah, melalui Pak Ary, yang mendapat hidayah Allah, sekali lagi hidayah Allah, puzzle tersebut bisa dirangkai menjadi kesatuan yang utuh, kombinasi yang indah. ESQ itu sebuah ilmu pengetahuan. Semua orang harus mengikutinya termasuk tokoh-tokoh agama. ESQ itu banyak memiliki sisi-sisi universal, tak hanya untuk orang Islam. Apa yang diajarkan rahmatan lil’alamin. Ini sesuai dengan visi dan misi Kabinet Indonesia Bersatu yaitu nasionalis religius.

Menteri Perindustrian Fahmi Idris
Masyarakat Indonesia sedang sakit. Misalnya, untuk mencapai tujuan, berbagai cara dilakukan, tanpa peduli apakah itu baik atau buruk, termasuk korupsi. Kita memilih jalan pintas dan menghalalkan segala cara.Kondisi seperti itu harus segera diperbaiki. Perbaikan itu bisa dilakukan antara lain oleh lembaga pelatihan dan pendidikan karakter seperti ESQ Leadership Centre, pimpinan Ary Ginanjar. Training ESQ diperlukan, karena saya yakin, ESQ dapat berperan menyembuhkan berbagai penyakit bangsa.

Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara Taufiq Effendi
Korupsi terjadi karena adanya niat dan kesempatan. Untuk menghilangkan kesempatan itu, Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara membuat serangkaian pagar dalam bentuk enam Rancangan Undang-Undang (RUU), di antaranya tentang Etika Penyelenggara Negara dan Pengawasan Nasional.Namun selama ini, tidak ada yang mencoba menghilangkan niat jahat korupsi. Training ESQ dapat menjadi benteng moral aparatur negara sehingga niat korupsi bisa dihilangkan. Saya yakin niat korupsi bisa dihilangkan melalui pelatihan ESQ. Negara-negara maju, seperti Singapura, Selandia Baru dan Eropa mengalami kemajuan pesat karena memegang prinsip-prinsip dasar yang sebenarnya fitrah manusia. Prinsip itu adalah 7 Budi Utama ESQ, yaitu jujur, tanggungjawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil dan peduli.

2 comments

  1. saya sudah dengar banyak tentang pelatihan ESQ, dan sudah pernah mengikuti pelatihannya juga walaupun kecil-kecilan, di rumah juga saya punya CD nya dan sesekali saya putar. Saya merasa tertarik untuk menulis skripsi tentang pengaruh ESQ terhadap penanggulangan praktek korupsi di jajaran pemerintahan. Kalau boleh saya ingin minta data-data peserta pelatihan ESQ, untuk rujukan saya.

    1. Mohon maaf, data–data peserta pelatihan tidak dapat kami berikan, karena merupakan komitmen kami dengan peserta. Apabila ada hal yang lain yang bisa kami bantu, silakan menghubungi Customer Service ESQ LC di 021-7696654.
      Terima Kasih.

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s