Sebarkan Spiritualitas di Tengah Krisis Ekonomi


Ary Ginanjar (kiri) dan Dubes RI untuk AS Sudjadnan Parnohadiningrat

ESQ kian menyebar ke seluruh dunia. Setelah Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, Eropa, dan Timur Tengah, kini ESQ menjejakkan kakinya di Amerika Serikat. Di sana, berlangsung training ESQ Angkatan Pertama Eksekutif dan Remaja di dua kota: Washington DC dan Houston, saat badai krisis ekonomi mengguncang AS.

Untuk kesekian kali­nya, tinta emas sejarah ditorehkan ESQ Leadership Center. Lembaga training SDM dan pendidikan karakter itu me­laksanakan training ESQ Ang­katan Pertama Eksekutif dan Remaja di University of Maryland at Shady Grove, Washington DC (11-12 Oktober), dan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Houston (18-19 Oktober). Istime­wanya, training ESQ perdana itu bertepatan dengan situasi kri­sis ekonomi dahsyat yang meng­guncang AS dan dunia.

Negara adidaya itu memang tengah terpuruk. Puluhan bank tutup. Perusahaan-perusahaan besar ambruk: Bear Stearns Co.Inc, Fennie Mae dan Freddie Mac, Merril Lynch dan perusahaan asuransi American International Group (AIG). Bahkan, Bank Federal AS harus menggelontorkan dana US$ 85 milyar untuk menyelamatkan AIG. Yang fenomenal adalah bangkrutnya perusahaan keuangan keempat terbesar dunia: Lehmann Brothers.

Krisis itu lebih parah dibandingkan krisis serupa pada 1930. Angka pengangguran meningkat hingga 50%, seperti yang terjadi di Chicago. PHK terjadi di mana-mana. Banyak warga AS yang tak lagi memiliki rumah karena disita akibat tak bisa lagi membayar cicilan. Pemerintah AS harus mengucurkan dana US$ 700 milyar atau Rp 6.500 trilyun untuk menyelamatkan ekonomi AS.

Semua itu terjadi karena penyaluran kredit perumahan yang melanggar aturan. Betapa tidak, kredit diberikan tanpa melihat apakah seseorang memiliki pekerjaan, penghasilan tetap, dan lainnya. Dengan menyalurkan kredit ke banyak orang, maka bonus akan mengalir deras ke kantong para pemberi kredit.

Menurut pimpinan ESQ Leadership Center Ary Ginanjar, itu adalah sebuah pesan dari Sang Pencipta. ”Sudah saatnya masyarakat dunia kembali ke nilai-nilai spiritualitas tauhid. Kita harus menjadikan 7 Budi Utama, yakni Jujur, Tanggungjawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil dan Peduli, sebagai landasan kehidupan sehari-hari,” kata Ary yang memandu training tersebut.

Training ESQ perdana itu disambut antusias oleh warga Indonesia di sana. Training itu diikuti oleh 255 orang: 190 peserta Eksekutif dan 65 orang mengikuti kelas Remaja.

Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Sudjadnan Parnohadiningrat, dalam sambutan pembukaannya menyakini training ESQ selain akan bermanfaat untuk setiap individu, juga berguna untuk mengeratkan persaudaraan antara warga Indonesia yang menetap di Amerika Serikat.

Prof. Dr. Usman Chatib Warsa, mantan Rektor UI, saat sharing pengalaman

Prof. Dr. Usman Chatib Warsa, mantan Rektor UI, juga hadir untuk membagi pengalamannya setelah mengikuti training. Sebagai seorang pendidik yang telah berkiprah puluhan tahun, ia merasakan metode pembelajaran yang diberikan dalam training ESQ sangat luar biasa. Usman yang juga Ketua Dewan Ahli FKA ESQ Internasional, memuji peran yang dilakukan oleh Ary Ginanjar dalam training ESQ. “Ia bukan ulama, bukan ustadz namun mampu membentuk karakter manusia menjadi lebih baik, sungguh sulit sebenarnya,” ujarnya.

Presiden Indonesian Muslim Association in America (IMAAM), Syafrin Murdas, yang mengikuti penuh training ESQ itu menyatakan, IMAAM sangat terbantu dalam pembinaan spiritual anggotanya. “Training ESQ menyadarkan kami semua bahwa pembinaan spiritual itu sangat penting. Saya berharap training di Amerika akan terus bergulir,” katanya.

Selama di AS, Ary Ginanjar didampingi rombongan alumni ESQ Indonesia. Mereka antara lain kedua orangtua Ary Ginanjar: Abdurrahim “Opa” Agustjik dan Anna “Oma” Rohim. Ada Korwil DKI Jakarta Djendri Djusman dan istrinya Rachmiati Ramly, serta ketiga putra-putrinya: Marsha, Dira dan Rino. Ikut pula kedua orangtua Djendri, Djusman Badu dan Bundo Rosni. Tampak pula Sekretaris Jenderal FKA ESQ Internasional Muhamad Fariza, Sekum Korwil DKI Jakarta M. Sunan Bawazier, Zetra Hendra dan Dr Boyke Sumantri.

Setelah training di Washington DC, ESQ juga mengadakan training di Houston, 18-19 Oktober, yang baru saja diterjang Topan Ike (Ike Hurricane), dengan jumlah peserta 165 orang. Untuk kelas Eksekutif diikuti 125 orang dan Remaja 40 peserta. Rencananya, Juni tahun depan, training ESQ Angkatan Kedua akan dilaksanakan di Washington DC. Dan akan menyusul di kawasan Pantai Barat AS yakni Los Angeles, California.

4 comments

  1. Dear

    Pak Djendri Djusman……
    Salam Hangat untuk Anda dan Keluarga…….
    Salam 7 Budi Utama ESQ…🙂

    Danang,
    Ex.GEOS PT.SMA

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s