Training ESQ di Lapas Cipinang


ary-di-lapas-cipinang

Pemimpin ESQ LC Ary Ginanjar Agustian (tengah) berpelukan dengan Mantan Kabulog Widjanarko Puspoyo (kanan) disaksikan Mantan Menteri Kelautan dan perikanan Rokhmin Dahuri, usai Training ESQ di Lapas Cipinang, Jakarta

“Hati yang telah yakin pada Allah adalah har­ta terbesar. Hatinya tak pernah terperangkap oleh jeruji besi sekali pun. Hatinya merdeka karena telah mengenal Allah swt. Hati yang bebas laksana burung terbang melayang, meskipun je­ru­ji besi menutup kita,” kata Pemimpin ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian.

Ratusan warga binaan pria kelas I Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang tersungkur sam­bil menangis saat mengikuti pelatihan ESQ Peduli Warga Binaan 15-18 Desember lalu. Kegiatan yang ber­langsung di Gedung Serbaguna Lapas Cipinang itu mengambil te­ma “Mempersiapkan masa depan dengan Tujuh Budi Utama.” Pe­la­tihan itu merupakan hasil kerjasama FKA ESQ Korwil DKI Jakarta dengan Gema 165, Fosma 165 dan UPZ ESQ.

Hadir pada upacara pembukaan di hari pertama Wakil Ketua MPR RI AM. Fatwa, Kalapas Paledang Bogor Ibnu Chuldun, Kalapas Cipi­nang Haviluddin, Opa Rochim Agus­tjik dan Oma Ana Rochim, Sekretaris Jenderal FKA M. Fach­riza Irawady, Ketua FKA Bidang Hubungan Antar Lembaga Iesje S. Latief, Ketua FKA Bidang So­sial Kemasyarakatan Lea Irawan, Ketua Korwil DKI Jakarta Djen­dri Djusman, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga alumni ESQ Rokhmin Dahuri, dan lainnya.

Peserta dipilih dari segi pendi­dikan, atau pemegang peranan penting, seperti pemuka agama, kepala kamar atau juru tulis, ko­mu­nitas antinarkoba serta pe­tugas. Dipandu oleh Aldyn dan Novel, training dua angkatan bagi 430 warga binaan di penjara terbesar Di DKI Jakarta itu sukses. “Alhamdulillah, bisa terselenggara dua angkatan di Lapas Cipinang,” ujar Arif Gunawan, Kasib Laporan dan Tata Tertib Lapas Cipinang.
Peserta membludak pada ang­katan kedua, Rabu, 17 Desember. “Mereka yang tak ikut, menyesal. Bahkan, ada yang bilang, kenapa tidak dipilih,” tutur Hadi, Bidang Pembinaan Sesi Bimbingan Ke­masyarakatan. Antusiasme peser­ta tampak dari tekad mereka di hari terakhir pelatihan. Tak ada kepulan asap rokok waktu istirahat. “Semua puasa merokok.”

Kalapas Haviluddin mengung­kapkan, untuk program pembinaan bagi para warga binaan sudah ba­nyak yang dilakukan. “ESQ ini jadi pelengkap,” katanya. Ia berharap terjadi perubahan perilaku secara fisik maupun mental. Karena sebenarnya tak ada seorang pun yang mau masuk penjara. Untuk itu jangan hanya melihat warga binaan dari sisi negatif saja. “ESQ salah satunya sebagai oksigen yang bersifat netral.”

Ibarat menyuci pakaian kotor, Haviluddin coba melakukan ber­ba­gai cara agar tujuan akhir da­ri sistem pemasyarakatan bisa tercapai. Menurut Pasal 2 UU No. 12 Tahun 1995 tentang Lembaga Pemasyarakatan, tujuan sistem pemasyarakatan adalah mem­bentuk warga binaan menjadi ma­nusia seutuhnya. Dijelaskan dalam pasal itu, bahwa warga bi­naan diharapkan menyadari kesa­lahannya, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana, sehingga dapat diterima kembali oleh masyarakat, dapat aktif ber­pe­ran dalam pembangunan, dapat hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik, dan bertanggungjawab.

Sasaran training ini tak hanya para warga binaan. Penting juga untuk para petugas. Lea Irawan melihat dampak positif dari training ini. Ia berharap, seluruh petugas dan pimpinan di bawah komando Dirjen Pemasyarakatan akan ikut training ESQ. “Semoga bisa jadi program nasional,” harapnya.

Asdjudin Rana, Kakanwil Dep­kum­ham DKI Jakarta berencana mengadakan training serupa di Rutan dan Lapas lainnya. Training ESQ dirasakan sangat positif, apalagi jika dihayati, diresapi dan diekspresikan dengan perbuatan dan tingkah laku. “Sudah dikatakan 50% melakukan pembinaan dalam pemasyarakatan,” katanya. “Semoga para peserta bisa jadi insan kamil, sehingga terjadi transformasi secara moral dan spiritual,” ujar Rokhmin Dahuri.

Kita boleh kehilangan ke­be­bas­an atau apa pun, ta­pi jangan kehilangan satu hal, “Laa ilaaha illallah.” Ary menegaskan, “Kata­kan: aku memang ada di LP Ci­pinang, aku mungkin akan ber­tahun-tahun di LP Cipinang, tapi aku puas karena Allah ada dalam hatiku. Aku temukan diriMu di LP Cipinang, ketika Al-Quran tertulis di hadapanku, aku tersungkur di hadapanMu.” KARYATI NIKEN

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s