Bekal Penting Bagi Perwira Angkatan Laut


Pelatihan ESQ Swagriya Sekolah Staf Komando Angkatan Laut ke-47

Pelatihan ESQ Swagriya Sekolah Staf Komando Angkatan Laut ke-47

Seratus limapuluh perwira Angkatan Laut tertegun di Auditorium Jos Soedarso, Cipulir, Jakarta Selatan. Banyak di antara mereka tak kuasa menahan air mata tatkala menyimak tayangan multimedia yang menjelaskan peristiwa Ledakan Besar (Big Bang), yang menandai awal alam semesta. Itulah sebagian suasana pelatihan ESQ Swagriya yang digelar Sekolah Staf Komando Angkatan Laut (Seskoal) pada 27-28 Januari lalu.

Dipandu Syamsul Rahman, Rasyid Taufik dan Gangga Prakasa, pelatihan itu menjadi pengantar bagi para perwira yang sedang menempuh pendidikan tertinggi AL, Seskoal Angkatan ke-47. Pendidikan untuk para calon pemimpin AL itu berlangsung selama 10 bulan, mulai pertengahan Januari lalu.

“Ini memang materi paling top. Sangat luar biasa. Dan ini yang membuat saya merasa kecil di dunia. Bicara ini, pasti hati saya menangis terharu sekaligus takjub,” kata Komandan Seskoal, Laksamana Muda (Laksda) TNI Ir. Sudjiwo M.Sc, yang rajin mendampingi anak didiknya selama pelatihan berlangsung.

Menurut Sudjiwo, ESQ menjadi bekal yang sangat penting bagi perwira yang menempuh pendidikan di Seskoal, selain konsep Sumpah Prajurit dan Sapta Marga. Dia mengilustrasikan ESQ merupakan penguatan atau penambahan nilai-nilai yang terkandung dalam kedua konsep tersebut. “Sebelum mereka dijejali dengan ilmu-ilmu lain, terlebih dahulu mereka dikenalkan dengan ilmu ESQ,” tuturnya.

Masih kata Sudjiwo, ESQ sangat penting bagi dunia militer. ”Pokoknya ESQ itu berbeda. Para peserta bisa merasakannya hingga ke hati yang terdalam. Dan itulah alasannya kenapa mereka terlihat cengeng ketika ikut pelatihan,” katanya.

Muriyanto misalnya. Ia adalah salah seorang peserta yang paling menikmati pelatihan ESQ. Ia tak pernah meninggalkan ruang pelatihan kecuali saat istirahat solat dan makan. “Sudah puluhan tahun saya tidak menangis. Sekalinya menangis tak kira-kira lamanya. Tapi ini menangis nikmat bahagia. Baru sekarang saya mendapatkan materi yang luarbiasa. Semuanya dahsyat! Mulai dari materi, metode dan para trainernya,” ujar Muriyanto.

Letkol Burhan, pria berbadan tegap dan berhidung mancung yang selalu duduk di depan selama pelatihan, tampak begitu lunglai. Seperti ada penyesalan yang menyeruak di dasar hatinya. “Saya benar-benar tersentuh. Mudah-mudahan ini hidayah dari Tuhan. Kini, saya tahu akan ke mana hidup ini dibawa. Saya juga menjadi sadar jika profesi saya sebagai militer adalah mewakili nama Tuhan yang Maha Menjaga. Terimakasih ESQ,” kata Burhan.

Sudjiwo mengatakan pelatihan ESQ akan rutin dilaksanakan di Seskoal. Malah pelatihan ini sudah menjadi bagian dari kurikulum bagi perwira yang masuk ke Seskoal. Menurut dia, pelatihan ESQ memang yang terbaik di antara pelatihan-pelatihan lain.

Sudjiwo menuturkan, di hari kedua pelatihan, dia tiba-tiba ditelepon dan diminta hadir dalam rapat pimpinan TNI di Markas Besar, Cilangkap. Seusai rapat, dia melapor kepada Kepala Staf Angkatan Laut Tedjo Edhy Purdijatno, perihal pelatihan ESQ yang diadakannya. ”Eh, ternyata beliau mendukung penuh kegiatan ini. Malah beliau mengatakan agar meneruskan kegiatan ini ke depan,” kata Sudjiwo.

Dalam percakapan tersebut, Sudjiwo pun menjadi tahu bahwa atasannya itu sudah alumni ESQ. Selain Tedjo Edhy, sejumlah petinggi Angkatan Laut sudah pernah mengikuti pelatihan ESQ, seperti Waldi Murad dan Nono Sampono. HANAFI HARRIS PUTRA HASIBUAN

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s