Catatan Gerak Jalan ESQ di NTB


Ribuan alumni ESQ yang tergabung dalam Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Nusa Tenggara Barat berkumpul di Lapangan Bumi Gora halaman kantor Gubernur NTB, Minggu 25 September 2011, untuk mengikuti Gerak Jalan Semangat 165.

Meski acara baru dimulai pukul 07:00 waktu setempat, namun ribuan peserta yang diperkirakan mencapai 3.000 orang sudah memenuhi lokasi acara sejak pukul 06:00 untuk mengikuti gerak jalan bersama pendiri ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian. 

Koordinator Wilayah (Korwil) FKA ESQ NTB, Soedaryanto mengatakan, “Gerak Jalan ini dalam rangka membangun karakter bangsa dan visi NTB adalah ‘Beriman dan Berdaya Saing’. Sehingga perlu semangat membangun karakter bangsa ini digelorakan terus dan diingatkan terus agar apa yang menjadi cita-cita masyarakat bisa terwujud.”

Acara ini dihadiri Kapolda NTB Brigjen Pol Arif Wachjunadi, tokoh masyarakat NTB seperti Lukmanul Hakim, H Abdul Kadir, Mujitahid mantan Bupati Lombok Barat, dan para Korwil ESQ dari luar daerah seperti Korwil Jakarta, Jambi, Sumsel, Sulbar, serta perwakilan Sumut dan Jatim.

Korwil NTB mengungkapkan acara Gerak Jalan Semangat 165 ini mendapat sambutan baik dari masyarakat NTB. Ini terlihat ketika para peserta berkeliling Kota Mataram yang mengambil rute Lapangan Bumi Gora hingga Lapangan Umum Kota Mataram yang berjarak sekitar 3 km.

“Usai gerak jalan, acara berlangsung dengan kampanye cuci tangan pakai sabun. Semua peserta harus cuci tangan memakai sabun. Acara ini patut mendapatkan apresiasi dan seharusnya diulangi secara berkala. Minimal satu tahun sekali di daerah-daerah,” kata Soedaryanto.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk membangun karakter di NTB. Dua hari sebelumnya, Jumat (23/9), di Graha Bakti Praja telah diadakan seminar interaktif yang diikuti sekitar 300 peserta.

Hadir sebagai narasumber dalam acara yang mengangkat tema ‘Gerakan Moral untuk NTB Bersaing’ ini adalah pemuka agama NTB Tuan Guru Haji (TGH) Hasanain Juaini, tokoh akademisi  Husni Muadz, dan Ary Ginanjar Agustian.

Dalam seminar ini, para narasumber menyatakan memberikan apresiasi kepada ESQ LC dalam membangun karakter bangsa khususnya provinsi NTB yang memiliki julukan kota 1.000 masjid dengan mensinergikan tiga kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.

Ary Ginanjar memaparkan, “Pulau NTB yang memiliki julukan ‘Kota Seribu Masjid’ adalah modal kekuatan spiritual yang harus diwujudkan dalam dimensi kehidupan sehari-hari untuk memperbaiki kehidupan sehingga terwujudlah NTB yang Beriman dan Berdaya Saing.”

Sementara itu tokoh akademisi Husni Muadz mengatakan gebrakan yang dilakukan ESQ LC sudah bagus, namun kegiatan-kegiatan bagi alumninya harus makin ditingkatkan. “Setiap alumni harus mempunyai nilai yang ikhlas dan tidak mendiskriminasikan, kalau alumni bisa memberi contoh maka akan menjadi gerakan yang bagus.”

Esoknya, Sabtu (24/9), digelar Training ESQ Parenting yang menanamkan nilai nilai spiritual dan kecerdasaan emosional bagi orangtua agar mampu menumbuhkan dan mengelola potensi anak.  Training yang dipandu Ary Ginanjar Agustian ini dilangsungkan di Hotel Lombok Raya diikuti sekitar 120 peserta. (jos/sa)

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s