Rahasia Kekuatan Ketidakpastian


Menara 165

Setelah keluar dan berhenti sebagai dosen pegawai negeri, saya hijrah menjadi penjual celana jeans. Modal cuma 2 lusin, alias 24 potong celana! Satu potong dibeli oleh mahasiswa saya yang kasihan kepada gurunya yang miskin, yaitu saya.

Kemudian saya menyewa toko meski hanya mampu 3 bulan saja, dan tak ada lagi uang tersisa. Hingga saat ini toko itu masih ada, kosong selalu… Tak ada yang mau menyewa hingga sekarang karena saking tidak strategisnya…🙂

Kehidupan yang penuh gelombang dimulai, tidak ada lagi gaji tetap… Tidak ada lagi satu karung beras pegawai negeri yang biasanya saya bawa pulang untuk istri dan anak setiap bulan… Tidak ada kepastian.

Di toko yang sepi itu saya merenung jauh ke depan, suatu saat saya akan duduk di kursi direktur, dan punya kantor sendiri, dikelilingi oleh staf-staf yang membantu saya. Beberapa tahun kemudian menjadi kenyataan.

Kemudian saya merenung lagi, jauuh ke depan, suatu saat saya akan duduk di televisi, diwawancarai dan akan dikenal. Beberapa tahun kemudian menjadi kenyataan.

Kemudian saya merenung lagi jauuuh ke depan, suatu saat Menara 165 25 lantai akan berdiri dengan lafal Allah di atasnya, bersinar terang. Sekarang menjadi kenyataan.

Apa kesimpulannya? Beranilah untuk bermimpi, jangan takut, kemudian berupayalah dengan keras untuk mewujudkannya. Dan yakinlah kita akan berhasil, dengan catatan, tidak boleh ada keraguan sedikitpun. Kita adalah sesuai fikiran kita, kalau kita berfikir gagal, maka kita akan gagal. Kalau kita berfikir berhasil maka kita akan berhasil. Teruslah pelihara VISI dan KEYAKINAN kita, karena itulah sesungguhnya harta yang paling berharga. Bukan otak bukan harta, tapi keyakinan di hati yang membara terbakar cita-cita.

Man Jadda wa jada !

Salam Indonesia Emas
Ary Ginanjar Agustian

9 comments

  1. Terima kasih Bp.Ginanjar atas Pengalaman yang membuat saya berani untuk mengambil keputusan. Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya pernah berdebat ringan dengan istri saya mengenai Mimpi. Menurut Istri saya Mimpi itu harus setinggi-tingginya, namun menurut saya MIMPI itu harus LOGIS. Karena Untuk menggampai sebuah mimpi kitapun harus memperhitungkan langkah dan konsep yang jelas agar mimpi itu menjadi kenyataan. dan itu memerlukan tindakan logis dan nyata. Seorang anak petani tidak mungkin menjadi PILOT jika setiap hari yang dia lakukan hanya bertani tanpa diiringi oleh sekolah yang tinggi untuk menjadi pilot tersebut. begitu juga dengan yang bapak lakukan, bagi orang biasa, belum tentu bisa menjadi seorang direktur apabila sekarang dia berjualan celana dan tanpa memiliki latar belakang pendidikan dan Relasi yang kuat. Memang saya pun menyetujui jika mimpi itu harus setinggi-tingginya agar setidaknya kita dapat meraih setengah dari mimpi tersebut. namun setiap Mimpi harus diikuti oleh kemampuan yang LUAR BIASA untuk meraihnya.

    Salam Kemenangan,

    Taufik Hidayat

  2. Subhanallah, its true Pak Ary. Saya juga sedang belajar mewujudkan mimpi menjadi penulis besar dengan ilmu ZMPnya ESQ. Terima kasih ilmunya Pak, mohon doanya..salam 165

    Ana

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s