Hidup Adalah Perjalanan


Ilustrasi (Foto: desveron.blogspot.com)

Hidup adalah seperti sebuah perjalanan, misalnya perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Bandung. Berbondong-bondong orang menuju tujuan yang sama. Berbagai kendaraan digunakan, mulai dari perahu, kereta api hingga pesawat udara. Akan tetapi ada yang berhenti di Johor, ada yang berhenti di Singapura, ada yang berhenti di Jakarta, ada yang berhenti di Afrika, bahkan ada yang berhenti di Kutub Utara, dan hanya sedikit yang tiba di Bandung.

Berbagai pekerjaan mereka lakukan. Ada yang menjadi penyanyi dangdut di Jakarta, ada yang menjadi pedagang nasi lemak atau uduk di Johor, ada yang menjadi pedagang baju di Singapura, ada yang menjadi bintang film di Kutub Utara. Bahkan ada yang menjelma menjadi seekor kambing, ya… berubah jadi kambing sungguhan. Mereka semua mengira bahwa dirinya sudah mencapai tujuan dan merasa puas dan bahagia, bahkan beranak pinak di sana.

Ketika mereka semua ditanya: “Tuan siapa? Tuan dari mana? Tuan mau ke mana?”. Mereka semua saling memandang, tengok kiri tengok kanan, bingung tidak bisa menjawab. Tidak tahu lagi dari mana asalnya. Tidak tahu dirinya siapa. Tidak tahu dan lupa sebenarnya mau ke mana. Tidak punya peta arah, tidak punya kompas. Wajah dan tubuhnya telah bermutasi menyesuaikan diri, berubah menjadi kucing, menjadi kerbau, menjadi tikus, menjadi cacing dalam perut manusia, dan lain-lain.

Kecerdasan Spiritual atau SQ adalah kemampuan kita untuk mengenal kembali siapa kita, di mana kita dan mau ke mana kita. Sedangkan Kecerdasan Emosional atau EQ adalah kemampuan untuk merasa sehingga kita mampu menjadi penyanyi dan pemimpin. Kecerdasan Intelektual atau IQ adalah kemampuan berfikir analitis, sehingga kita mampu menghitung berapa harga baju di Bandung dan berapa ongkosnya. Tanpa Kecerdasan Spiritual kita ibarat kambing yang pandai berhitung dan dan pandai bernyanyi tapi sudah tidak tahu lagi siapa dirinya dan tidak tahu mau ke mana dirinya… tidak tahu tujuan dan akhirnya mati sengsara…

“Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan,
Yang menjadikan manusia dari segumpal darah,
Bacalah Tuhanmu yang Maha Pemurah,
Yang Mengajar manusia dengan perantaraan kalam,
Mengajar manusia apa yang tidak diketahui…
(QS. Al-Alaq: 1-5)

Salam Persaudaraan Manusia
Ary Ginanjar Agustian

3 comments

  1. Salam 165, Sangat Inspiratif Pak Ginanjar. Namun ada yang membingungkan saya, dan sekiranya Pak Ginanjar dapat memberi Arahan Kepada saya. Sewaktu kecil saya bercita-cita ingin jadi tentara. namun seiring perkembangan hidup saya, cita-cita saya itu hilang dan tergantikan yang lain. apakah saya termasuk yang “Tersasar” itu ? jika dilihat dari pisik tubuh saya sangat tidak memungkinkan jika menjadi Tentara, lalu apakah saya harus tetap menuju cita-cita saya tersebut sementara keadaan saya yang tidak mendukung ? Saat ini saya sedang menjalankan Bisnis pakaian Batik. dan bisnis ini tidak pernah terlintas dipikiran saya sewaktu kecil. Saya merasa sangat nyaman dan Puas dengan keadaan sekarang ini, lalu apakah saya termasuk orang yang dikutipan Bapak “Mereka semua mengira bahwa dirinya sudah mencapai tujuan dan merasa puas dan bahagia, bahkan beranak pinak di sana.” Mohon penjelasannya.

    Terima kasih,
    Salam Kemenangan

    Taufik Hidayat
    (Ighel So Naif on Facebook)

    1. Bapak taufik termasuk orang yang beruntung bisa menjadi orang yang nyaman terhadap apa yang digeluti sekarang. Selamat, pak taufik. Menjadi pebisnis bukanlah menjadi tujuan akhir. Tujuan kita adalah Allah. Bagaimana agar Allah merahmati dan mencintai kita. Rahmat Allah kan mengantarkan kita ke surga. Di dunia kita hanyalah menjadi khalifah, mempunya tugas mengabdi kepada Allah. Hidup hanyalah perjalanan. Dan menjadi pebisnis hanyalah salah satu jalan. Jika diniatkan sebagai ibadah lillahi ta’ala, Insya Allah bisnis tersebut bisa dijadikan ladang amal untuk bekal di akhirat kelak. Hal tersebut lah yang seharusnya menjadi tujuan hidup semua hamba Allah, yakni ridho Allah. Semoga Allah meridhoi kita semua, Aamiin.

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s