Kita Adalah Raja dari Pikiran Kita


Gambar: mywordwizard.com

Tindakan seseorang sangat bergantung pada alam pikirannya. Setiap orang diberikan kebebasan untuk memilih responnya masing-masing. Ia bertanggung jawab penuh atas sikap yang ditimbulkan dari pikirannya sendiri.

Kitalah “RAJA” dari pikiran kita sendiri. Bukan lingkungan sekeliling kita. Namun lingkungan ikut serta berperan dalam mempengaruhi cara berpikir seseorang. Apabila lingkungannya pahit maka iapun menjadi pahit, selalu curiga, dan seringkali berprasangka negatif kepada orang lain.

Pikiran negatif ini semakin bertambah dan kian menguat ketika sistem informasi semakin maju, dan media informasi seperti televisi, majalah dan koran terus “membombardir” alam pikiran manusia dengan berita-berita pembunuhan, penipuan dan kejahatan-kejahatan.

Akhirnya, banyak dari kita terpengaruh. Selalu berprasangka negatif dan curiga kepada orang lain. Prasangka negatif ini mengalir dan berubah menjadi sikap “defensif” dan tertutup, karena selalu. Beranggapan bahwa orang lain musuh berbahaya. Cenderung menahan informasi dan tidak mau bekerja sama.

Akibatnya, justru diri sendiri mengalami kerugian, seperti turunnya kinerja, tidak mampu melakukan sinergi dengan orang lain, peluang-peluang emas yang terlewatkan, bahkan tersingkir di tengah pergaulan sosial.

Dari buku saya: Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual (ESQ Way 165)

Salam 165,
Ary Ginanjar Agustian

One comment

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s