Amalan Tambahan


Jalan yang ditempuh dalam mengarungi kehidupan penuh kelokan tajam, jurang yang menganga, dan tebing yang terjal.

Untuk melaluinya, tak cukup hanya dengan kekuatan yang seadanya. Perlu energi tambahan untuk berjibaku di dalamnya. Perlu semangat berlipat untuk memenangkan pergulatannya. Semuanya tak akan diraih hanya dengan menjalankan amalan-amalan wajib saja.

Mendekatlah, tegakkan diri untuk melakukan amalan-amalan sunnah. Karena, dunia ini terlalu samar untuk dilalui hanya dengan pelita di tangan. Butuh cahaya benderang dari Yang Maha Mengetahui untuk tetap berjalan. Agar tak tergelincir di kelokannya, agar tak terjerumus di jurangnya, agar tangan dan kaki terayun sesuai kehendak-Nya.

Sebagaimana janji-Nya dalam sebuah hadits qudsi, “Tidaklah seseorang yang terus-menerus mendekatkan diri pada-Ku dengan amal ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, kecuali Aku akan menjadi pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar. Aku akan menjadi pandangan yang dia gunakan untuk memandang. Aku akan menjadi tangan yang digunakannya untuk memukul dan Aku akan menjadi kaki yang ia gunakan untuk berjalan.”

Salam 165,
Ary Ginanjar Agustian

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s