Dunia Bukan Tujuan


“Dunia itu hijau, dunia itu manis.” Begitulah yang pernah disampaikan oleh Rasululah belasan abad yang lampau manakala lisannya yang agung menyifati dunia.
Dunia memang begitu memukau, kadang pesonanyapun membuat mata bathin kita silau.

Namun demikian, semoga kita selalu diingatkanNya bahwa dunia ini bukanlah tujuan. Bahwa dunia hanyalah setengah perjalanan dari cita-cita. Bahwa apapun yang kita kerjakan, apapun yang kita rasakan, dan apapun yang kita niatkan, semata hanyalah untuk tempat yang paling kita rindukan.

Berjalanlah terus, seperti apapun kondisi yang kini kita lalui. Seperti apapun jeram dan onak duri yang sedang kita tempuhi. Seperti apapun warna-warninya menarik hati. Jangan pernah memalingkan pandangan. Jangan pernah salah menggantungkan harapan.

Tempat yang kita tuju ada di depan, bukan yang sekarang ada di hadapan. Rindu kita hanya akan terbayar saat berjumpa dengan senyumNya. Keinginan kita hanya akan terpuaskan manakala tiba di bawah naungan keridhaanNya.

Biarlah dunia dan segala keindahannya tetap menemani untuk menjadi pemacu kebersyukuran kita. Namun, obsesi itu tetap harus terpancang di sana. Menjadi pandangan utama, menjadi cita-cita dan menjadi alasan utama; mengapa kita harus hidup sebaik-baiknya di dunia.

Salam 165,
Ary Ginanjar Agustian

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s