Renungan 11 Tahun ESQ


Di usia 25 tahun saya resah mencari arti dan makna hidup, untuk apa ini semua. Apa di balik semua ini. Saya jalani profesi sebagai dosen, atlet, pedagang pasar, hingga menjadi pengusaha yang jatuh dan bangun. Puncaknya sebelas tahun yang lalu saya berdoa dan meminta bukti akan Kebesaran Allah di depan pintu Multazam Ka’bah di Masjidil Haram pada musim haji tahun 2001, demi mendapatkan keyakinan hingga faham arti kehidupan.

Di sana saya mengalami pengalaman spiritual yang membuat saya hampir pingsan dan membuat saya mengerti batas antara hidup dan mati.

Setelah itu saya tersujud lamaaa sekali menghadap kiblat dengan air mata bercucuran hingga tak terasa orang-orang di sekitar saya semua sedang berthawaf keliling Ka’bah.

Setelah bangkit karena dibangunkan orang, lalu saya mencari tempat yang lebih tenang dan tetap menghadap Pintu Multazam. Di sanalah saya berjanji untuk membaktikan sisa hidup saya yang hina dina dan penuh dosa ini kepadaNya.

Lalu saya pergi ke Nabawi di Madinah, dan di Raudah saya bermunajat:
“Ya Allah, apabila Nabi Muhammad SAW melihat Indonesia saat ini mungkin ia akan sedih dan menangis, karena itu berikanlah kekuatan agar kami bisa memperbaiki diri kami dan segenap bangsa kami dan ummatnya. Apabila ini berhasil, maka perlihatkanlah ini kelak kepada Rasulullah hingga ia bisa tersenyum bahagia.”
Kala itu buku ESQ masih dalam bentuk draft yang belum dicetak, saya bawa terus di Tanah Suci sambil berhaji.

Setelah itu saya pulang ke Tanah Air dan memberanikan diri untuk mencetak 5.000 copy dengan dana tabungan saya sendiri. Maklum penerbit-penerbit belum bersedia untuk mencetak dan menerbitkan buku yang penulisnya belum terkenal kala itu.

Lalu buku saya launching di Hotel Sahid dan dihadiri 2000 peserta. Ditemani guyuran hujan yang sangat lebat sekali didampingi Pak Kyai Ali Yafie, Pak Adi Sasono, dan almarhum Guru saya Pak Habib Adnan.

Setelah itu perjalanan panjang yang berliku dimulai, naik turun gunung, masuk ngarai dan lembah, kadang masuk ke belantara rimba yang banyak binatang buasnya. Terjun ke lautan luas yang di dalam nya terdiri dari banyak ikan, dari teri hingga hiu. Kadang disanjung, kadang dibanting.

Pernah juga dikatakan sesat, tapi sebagian lagi menghargai. Bahkan pernah juga di tengah training telinga saya dijewer dan ditarik orang hingga kepala saya tertunduk.
Semua saya lalui dengan rasa syukur dan bahagia, demi untuk sebuah janji yang pernah saya ucapkan di sana sebelas tahun yang silam.

Suatu saat saya berharap bisa melihat langsung wajah sang kekasih hati, Muhammad SAW tersenyum melihat Indonesia dan ummatnya di dunia yang bisa dibanggakan kembali olehnya…

Selamat Milad ke-11 ESQ
(cuplikan biografi yang berjudul “GIGIH” yang akan segera diluncurkan)

Cisarua 16/5-2012,
Ary Ginanjar Agustian

One comment

  1. Renungan pak Ary yang ini sempat di bawakan oleh kak Fajrin di event Training Of ATS 17 Mei 2011 @RujabWagub-Makassar !!
    Sebuah renungan yang dapat membuat setiap pembaca/pendengar untuk merenungkan manfaat dan tujuan penciptaan manusia
    Allahumma sholli ala Muhammad wa ‘aali syaidina Muhammad🙂

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s