Arti Milad


Rasanya memang menggembirakan merayakan sebuah acara bersama dengan keluarga besar dan para sahabat atas sebuah pencapaian, atas sebuah prestasi, atau atas keberhasilan sebuah perjuangan.

Nampaknya hal ini sudah menjadi fitrah manusia untuk selalu merayakan sebuah kemenangan sekecil apapun. Mulai dari perayaan kemerdekaan, wisuda pendidikan, ulang tahun perkawinan, hingga pembubaran panitya acara perkawinan.

Tapi bagaimana cara kita merayakan ulang tahun kelahiran, karena dengan atau tanpa usaha apapun maka waktu secara otomatis akan terus bergulir, bahkan dengan atau tanpa difikirkanpun maka tanggal kelahiran itupun datang sendiri.

Itulah sebabnya almarhum guru saya Habib Adnan tidak suka merayakan ulang tahun kelahiran, dia lebih suka merayakan ulang tahun perkawinan, ia berkata di tengah perayaan, “Kalau ini baru ada prestasinya.”

Lantas bagaimana caranya supaya setiap perayaan, milad atau hari jadi menjadi bermakna dan penuh arti?
Kata kuncinya adalah, “TUJUAN harus jelas, KERJA harus keras, PARTISIPASI harus ikhlas.”
Kualitas Milad semua tergantung dengan seberapa jelas tujuan kita, seberapa keras kerja kita, dan seberapa banyak dan seberapa ikhlas partisipasi kita?

Lihatlah mereka menyatu meskipun datang dari berbagai pelosok negeri, hingga yang datang dari luar negeri, semua terikat oleh satu tujuan di hati, satu nilai di hati, dan partisipasi yang tulus ikhlas.
Tanpa ketiga hal tersebut diatas maka setiap perayaan, milad, atau hari jadi akan kosong dan hampa tidak bermakna. Kita tidak akan bisa menikmati sebuah milad semeriah apapun, paling-paling perut kenyang terisi penuh makanan.
Bagi yang sudah memilki ketiga hal diatas yaitu TUJUAN, KERJA dan PARTISIPASI maka percayalah sebuah milad akan penuh arti kebahagiaan,kesyukuran, serta semangat, rasanya seperti seorang atlit dikalungkan medali atau pingat emas di lehernya oleh malaikat.

Tanggal 16/5-2012 sudah berlalu, hiruk pikuk MENARA 165 kini sepi, mereka yang datang dari berbagai pelosok negeri, hingga yang datang dari Negeri Jiran Malaysia, Singapore, kini sudah pulang kembali.
Akan tetapi mereka membawa pulang Bara Api Semangat 165 dan sikap 7 Budi Utama, serta Spirit Asmaul Husna untuk membangun Bangsa dan Negara masing-masing, serta membangun Ummat dengan penuh rasa cinta dan perdamaian serta ketulusan berharap rahmat dan ridho ilahi.
Dan bercita-cita sama bisa berjumpa kembali di Surga Fidaus.

Saudaraku yang dikasih Allah,
Terima kasih atas kedatangannya di Menara 165.
Semoga sehat dan dirahmati Allah selalu.
Sampai jumpa di Milad 165 tahun 2013 insya Allah.
Semoga Indonesia Emas, Malaysia Emas,
dan Dunia Emas menjadi impian nyata,
lalu Rasulullah tersenyum bahagia….dan bangga…..

Jakarta 18 Mei 2012,
Salam 165 dan 7 Budi Utama,
Ary Ginanjar Agustian

4 comments

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s