Mengenang 9 Tahun Tsunami, Ary Ginanjar: Kehormatan Allah untuk Aceh


Ary Ginanjar Agustian saat memberi tausiyah pada acara renungan dan dzikir bersama memperingati 9 tahun tsunami Aceh

Ary Ginanjar Agustian saat memberi tausiyah pada acara renungan dan dzikir bersama memperingati 9 tahun tsunami Aceh

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh bersama Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Aceh mengadakan acara renungan dan dzikir bersama mengenang 9 tahun tsunami di Balai Kota dan Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, 25-26 Desember 2013. Pendiri ESQ Leadership Center Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian yang dihadirkan untuk memberikan tausiyah dalam acara ini menyampaikan bahwa tsunami yang menyapu Aceh adalah kehormatan yang diberikan Allah untuk membuktikan keagungan-Nya.

Dalam acara ini hadir beberapa pejabat pusat dan daerah, di antaranya: Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Dodi Ruswandi, Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Kapolda Aceh Irjen Pol Herman Effendi, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Pandu Wibowo, Ketua DPRD Aceh, Kajati Aceh, Walikota Banda Aceh Mawardy Nurdin, Wakil Walikota Banda Aceh, serta mantan Pj Gubernur Aceh Tarmizi Karim yang sekarang menjabat Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD).

Dari kanan: Pendiri ESQ Ary Ginanjar Agustian (kanan), Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Dodi Ruswandi, Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Menpan dan RB Azwar Abubakar

Dari kanan: Pendiri ESQ Ary Ginanjar Agustian (kanan), Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Dodi Ruswandi, Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Menpan dan RB Azwar Abubakar

Hadir pula para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), kepala SKPK dan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jajaran Pemerintah Aceh dan kota Banda Aceh serta para tamu mancanegara. Tak ketinggalan hadir para alumni ESQ 165 yang tergabung dalam FKA ESQ dan perwakilan dari berbagai daerah, serta pelajar dan masyarakat Aceh yang keseluruhannya diperkirakan mencapai 10 ribu orang.

Ribuan masyarakat dan pelajar larut dalam zikir dan doa bersama yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB pagi tersebut.

Wakil Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal yang mengawali sambutan menyampaikan bahwa musibah dahsyat 26 Desember 2004 silam, menelan 126 ribu korban jiwa. Bencana yang datang tidak terduga tersebut menyebabkan seluruh sendi kehidupan lumpuh total dan kota Banda Aceh saat itu ibarat kota mati.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar menceritakan saat musibah melanda Aceh 9 tahun silam, dimana saat itu dirinya menjabat sebagai Pj Gubernur Aceh. Saat itu, kata dia semua masyarakat hampir berputus asa, namun dengan adanya keyakinan bahwa musibah pasti ada hikmah, membuat pendirian masyarakat menjadi teguh dan berkat dukungan seluruh masyarakat Indonesia dan dunia internasional Aceh kembali bangkit.

Puncak peringatan tsunami Aceh ini juga mendapat perhatian luas dari berbagai media di Jepang yang turut hadir meliput kegiatan.

ary-ginanjar-tsunami-acehPada kesempatan itu, Ary Ginanjar mengajak semua yang hadir untuk menggemakan takbir dan tahmid memuji kebesaran Allah.

Penulis buku Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ini menyampaikan bahwa tsunami menyapu Aceh adalah bentuk kehormatan yang diberikan Allah pada Tanah Rencong untuk membuktikan keagungan-Nya.

Ary Ginanjar mengajak semua pihak untuk mengambil iktibar dari peristiwa tsunami Aceh. “Ada tiga hal yang bisa kita lihat dri tsunami Aceh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tsunami dapat dilihat dari kacamata intelektual, emosional dan spiritual. “Tsunami spiritual dan tsunami budaya merupakan tantangan kita saat ini,” ungkapnya.

Ary melanjutkan, tsunami spiritual berupa krisis aqidah, moral dan akhlak dampaknya lebih dahsyat dari tsunami 9 Desember 2004. “Inilah yang menjadi tantangan Aceh saat ini,” tukasnya.

Ary menegaskan, Aceh adalah propinsi yang kaya akan sumber daya alam dan masyarakatnya penuh optimisme. Sehingga tidak sulit bagi Aceh untuk menjadi salah satu propinsi terbaik di Indonesia. Serambi Mekah diyakini akan terus melahirkan generasi terbaik untuk memajukan Aceh dan Indonesia.

“Acara ini juga bertujuan untuk terus menguatkan persatuan para alumni ESQ di Aceh dan sekitarnya serta melakukan aksi-aksi nyata untuk memajukan Aceh. Saya yakin hasil nyata yang dilakukan akan bermanfaat bagi masyarakat Aceh nantinya,” pungkas Ary.

Lawatan Ary Ginanjar di bumi Aceh kali ini dimulai pada acara penutupan training ESQ bagi mahasiswa Universitas Syiah Kuala di AAC Dayan Dawood, Unsyiah, Banda Aceh, Rabu (25/12). Training ESQ ini dilaksanakan sebanyak tiga angkatan kepada lebih dari 1.500 mahasiswa.

Esoknya (26/12), bersama para pejabat dan tokoh masyarakat Aceh, Ary Ginanjar melakukan ziarah ke makam korban tsunami di Ulee Lheue; sebelum memimpin tausyiah di Taman Ratu Safiatuddin.

Didampingi Wakil Walikota Banda Aceh, lawatan Ary Ginanjar diakhiri dengan penanaman pohon di sekitar kota Banda Aceh. (berbagai sumber)

Tulis Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s